Selasa , 18 Desember 2018
Home / Berita Pendidikan / Keseruan saat Direktur Unesco Mengajar Siswa SD Deresan Sleman
UNESCO
UNESCO

Keseruan saat Direktur Unesco Mengajar Siswa SD Deresan Sleman

Edupost.id – Direktur Unesco Asia Fasific, Prof. Shahbaz Khan mengunjungi SD N Deresan Sleman dalam rangka mengapresiasi sekolah ini yang sudah peduli terhadap kesehatan lingkungan. Pada kunjungan itu, Shahbaz membagikan pesan inspirasi dan motivasi kepada puluhan siswa yang hadir. 

Kepala SD N Deresan Sleman, Indah Lestari sangat antusias dengan kehadiran Prof. Shahbaz. Menurutnya, kedatangan pejabat Unesco di Jakarta ini karena salah satu guru di sekolah itu, Nur Fitriana, melakukan penelitian tentang pemanfaatan air Selokan Mataram yang bertemakan “Water for Life”.

Penelitian yang dilakukan Fitri diselenggarakan oleh UNESCO dan KEMDIKBUD RI, berlangsung pada 2015. Hasil penelitian ini juga membawa dampak positif bagi siswa di sekolahnya untuk lebih ramah lingkungan.

“Kami berusaha agar anak lebih bramah lingkungan,” ujar Indah ketika dijumpai di sela-sela kunjungan Prof. Shahbaz.

Menurutnya, kewajiban belajar tidak sebatas di bangku sekolah, tapi selama seumur hidup. Karena menurutnya, pendidikan adalah sangat bermakna dalam menyusuri kehidupan.

“Saya dari keluarga yang tidak terlalu kaya. Bapak ibu saya harus bekerja sangat keras,” kata Shahbaz di depan puluhan siswa dan guru sekolah itu.

Meskipun bukan berlatar belakang keluarga yang kaya, pria asal Pakistan ini mengaku memiliki 8 gelar akademik dalam hidupnya. Menurutnya, uang bukanlah faktor utama meraih pendidikan. Ia mampu membuktikan, dengan bekerja keras dan semangat, tak ada yang mampu menghalanginya meraih sukses.

“Saya bisa keliling dunia gratis, karena sudah dibiayai (oleh Unesco),” katanya memotivasi.

Dalam kesempatan itu, Shahbaz juga memberikan kesempatan siswa untuk mengajukan pertanyaan. Para siswa juga tampak antusias mengajukan pertanyaan. Lucunya, ada pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh Shahbaz.

“Mengapa bunga Raflesia Arnoldi berbau bangkai?” tanya seorang siswa bernama Heru.

Ditanya demikian, Shahbaz mengaku tidak tahu jawabannya. Ia hanya menyarankan Heru dan siswa lainnya untuk mencari informasi, misalnya melalui ensiklopedia.”Jawabannya saya tidak tahu. Kalau tidak tahu ya jangan pura-pura tahu, lebih baik cari tahu lagi,” begitu kata Shahbaz yang disambut tawa hadirin.

Di akhir kunjungan, Shahbaz juga diajak bermain dengan anak-anak. Para guru SD N Deresan sudah menyiapkan acara lomba, seperti lomba balap kelereng dan memasukkan pinsil dalam botol. (Andi)

Check Also

UNESCO

UNESCO Raih Penghargaan Islamic Studies Prize for Educators

Edupost.id – Sebagai pengakuan atas kontribusi terhadap pemahaman Islam yang lebih baik dan terhadap perkembangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=