Sabtu , 27 Mei 2017
Home / Berita Pendidikan / Komite Sekolah Bebas Galang Dana, Sekolah Berpotensi “Dijual”
guru-mengajar
Proses belajar mengajar mengajar di MAN 1 Surakarta (foto: Rohman)

Komite Sekolah Bebas Galang Dana, Sekolah Berpotensi “Dijual”

Edupost.ID – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menerbitkan Permendikbud Nomor 75 tahun 2016 tentang Komite Sekolah. Salah satu yang diatur dalam permen itu adalah partisipasi komite sekolah untuk memberikan sumbangan dan bantuan bagi sekolah. Komite sekolah berperan menggali dana dari berbagai pihak, termasuk alumni, perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau orang-orang yang peduli terhadap sekolah.

Terkait penerapan Permendikbud ini, ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Sleman, Ary Gunawan, justru khawatir sekolah berpotensi akan “dijual” kepada perusahaan swasta. Menurutnya, dana perusahaan yang masuk melalui komite sekolah dikhawatirkan akan menodai kualitas pendidikan di dalam sebuah sekolah.

“Jangan sampai sekolah nantinya punya sponsor yang mendanai sekolah,” ujar Ary.

Kebijakan ini, menurut Ary, di satu sisi memang menguntungkan orang tua siswa karena sumber keuangan sekolah tidak hanya berasal dari pemerintah dan orang tua, tapi juga pihak lain. Ini tentunya meringankan beban keuangan yang harus dipikul orang tua siswa. Namun, aliran dana dari pihak lain juga harus diwaspadai.

Ary menambahkan, peran komite sekolah saat ini akan jauh lebih berat. Komite harus membantu sekolah menyediakan anggaran tanpa diperbolehkan memberatkan orang tua siswa. Tentunya, komite harus memutar otak untuk mengumpulkan dana, sementara mereka harus bekerja tanpa digaji.

“Orang tua hanya boleh memberikan sumbangan yang tidak boleh ditentukan besaran nominalnya. Kalau orang tua tidak memberi pun tidak boleh dipaksa. Kalau komite tidak bisa mengumpulkan dana, akhirnya pembangunan terhambat,” imbuh guru SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman ini.

Di sekolah swasta, barangkali ini tidak menjadi persoalan, karena orang tua sudah terbiasa menanggung kebutuhan dana sekolah secara bersama – sama. Namun, menurut Ary, sekolah negeri akan punya persoalan. Orang tua di sekolah negeri tak terbiasa menanggung total kebutuhan sekolah secara bersama.

Di sinilah tugas berat menanti komite sekolah. Memutar otak untuk menggali dana dari berbagai pihak demi keberlangsungan sebuah proses pendidikan di sekolah. (Andi)

Check Also

guru

IGI Latih Guru SD Jadi Pelatih Nasional

Edupost.ID – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim mengatakan, pihaknya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *