Sabtu , 25 November 2017
Home / Berita Pendidikan / KPAI : Juli – November, Aduan Kekerasan di Sekolah Capai 34%
kekerasan dalam pendidikan
Stop kekerasan dalam pendidikan

KPAI : Juli – November, Aduan Kekerasan di Sekolah Capai 34%

Edupost.id – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti menyebut, KPAI banyak menerima pengaduan kasus kekerasan di pendidikan. Bahkan penanganan kasus kekerasan di sekolah mencapai angka 34% dari total kasus yang diterima terhitung sejak pertengan Juli hingga awal November 2017.

“Adapun wilayah kejadian meliputi DKI Jakarta, Sukabumi, Indramayu, Bekasi, Bangka Belitung, Kota Medan, Padangsidempuan, Muaro Jambi, Lombok Barat, Aceh. dan lain-lain,” ungkap Retno, Senin (6/11).

Terkait ini, KPAI mengaku siap berkoordinasi dengan Kementerian Pedidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). KPAI hari ini menemui Mendikbud RI dan jajarannya di Kantor Kemendikbud.

“Pertemuan dengan jajaran Mendikbud penting dilakukan untuk melakukan koordinasi secara penanganan kepegawaian bagi guru pelaku. Selain itu, koordinasi dengan Dinas Pendidikan daerah juga penting dilakukan terkait evaluasi Sekolah Ramah Anak (SRA),” katanya.

Kasus kekerasan di dunia pendidikan terbaru yang diterima KPAI adalah penganiayaan oleh oknum guru SMP di Pangkalpinang terhadap siswanya. Guru ini memukul siswanya sampai pinsan karena siswanya tidak memanggil dengan sapaan “Pak”.

KPAI segera akan berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan Dinas PPA Pangkalpinang. Untuk membantu pemulihan trauma healing bagi korban, KPAI juga akan bertemu P2TP2A Pangkalpinang.

“Jika diperlukan, KPAI juga akan berkomunikasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Apabila keluarga membawa kasus ini ke jalur hukum maka KPAI juga siap berkoordinasi dengan LPSK,” pungkas Retno. (Andi)

Check Also

Mendidik-Siswa-dengan-Kekerasan-Sudah-Tidak-Zaman

Tak Dipanggil “Pak”, Guru di Pangkalpinang Pukul Siswanya

Edupost.id – Seorang guru salah satu SMP di Kota Pangkalpinang Bangka Belitung bernama Main menganiaya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *