Sabtu , 21 Oktober 2017
Home / Berita Pendidikan / KPAI Kutuk Guru di Karanganyar yang Cabuli Siswinya
kekerasan-seksual-anak
Ilustrasi. Korban kekerasan seksual

KPAI Kutuk Guru di Karanganyar yang Cabuli Siswinya

Edupost.id – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengutuk keras Kelakuan guru agama berinisial AS, di salah satu sekolah dasar di Jaten, Karanganyar yang diduga kuat telah mencabuli empat siswinya di ruang kelas saat pelajaran berlangsung.

Guru agama sekaligus wali kelas tersebut mencabuli siswi kelastiga sejak Juli hingga 9 Agustus 2017 lalu. Aksi bejat itu terbongkar ketika salah satu siswi yang menjadi korban melaporkan pencabulan yang dialaminya kepada orangtua.

Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti sangat menyayangkan terjadinya kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak yang terjadi justru di lingkungan sekolah dan dilakukan oleh seorang pendidik yang mengajar pelajaran agama. Lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman buat anak ternyata justru menjadi tempat yang membahayakan bagi anak. Bahkan pencabulan dilakukan di dalam kelas dan kemungkinan besar disaksikan oleh siswa lainnya.

“KPAI mengutuk keras perilaku seorang pendidik yang seharusnya menjadi contoh perilaku positif dan pelindung bagi anak-anak muridnya, serta pribadi yang harusnya mengajarkan etika dan moral kepada peserta didiknya, tapi justru menjadi pelaku pencabulan terhadap siswinya sendiri, bahkan dilakukan di dalam kelas,” ujar Retno melalui siaran pers yang diterima Edupost.id, Sabtu (12/8).

KPAI, menurut Retno, mendorong birokrasi pendidikan dan inspektorat Karanganyar untuk segera mengambil tindakan tegas. Guru AS harus segera dinonaktifkan dari kegiatan mengajar dan selanjutnya di-BAP secara kepegawaian sebagaimana peraturan perundangan yang berlaku. Kepala Sekolah juga harus dievaluasi karena ada sistem kontrol yang lemah sehingga oknum guru AS bisa begitu leluasa melakukan aksi bejatnya dilingkungan sekolah.

Selanjutnya, KPAI akan berkoordinasi dengan Polres Karanganyar untuk memastikan pelaku dikenakan Pasal 82 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Penggunaan UUPA memungkinkan pelaku mendapatkan hukuman yang lebih berat.

KPAI dipastikan akan menghubungi P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberyaan Perempuan dan Anak) Karanganyar. KPAI meminta P2TP2A Karanganyar memulihkan dan merehabilitasi kejiwaan korban dari trauma akibat kekerasan seksual yang dialaminya.

“Atas kejadian ini, KPAI juga kembali mengingatkan kepada pihak Kemdikbud RI untuk mengkaji ulang kebijakan menambah lama belajar di sekolah, mengingat masih banyak sekolah belum menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak. Bahkan guru AS yang semestinya menjadi pelindung anak justru menjadi oknum yang membahayakan anak-anak,” pungkas Retno. (Andi)

Check Also

Kejahatan Seksual Mulai Menyasar Anak Laki-laki

Kasus Kejahatan Seksual Mulai Menyasar Anak Laki-laki

Edupost.ud – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto menyebut, terjadi perubahan trend kasus kejahatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *