Kamis , 18 Januari 2018
Home / Berita Pendidikan / KPAI Temukan Buku IPS Soal Yerussalem selain Penerbit Yudistira

KPAI Temukan Buku IPS Soal Yerussalem selain Penerbit Yudistira

Edupost.id – Buku IPS yang memuat konten bertuliskan “Ibukota Israel adalah Yerussalem” ternyata tidak hanya diterbitkan oleh Penerbit Yudistira. Buku seperti ini juga ditemukan di masyarakat yang diterbitkan oleh penerbit Intan Pariwara.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengaku telah mendapat laporan dari masyarakat tentang kasus buku yang diterbitkan oleh dua penerbit ini. Uniknya kedua buku tersebut ditulis oleh penulis yang sama, yaitu Irawan Sadad Sadiman dan Shandy Amalia.

“Setelah menerima laporan masyarakat berupa kiriman foto buku IPS yang diterbitkan oleh Yudistira, KPAI kembali menerima laporan yang sama tetapi berbeda penerbit, kali ini penerbit Intan Pariwara,” ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, Jumat (15/12).

Kedua buku, baik yang diperbanyak oleh Yudistira maupun Intan Pariwara sudah diterbitkan cukup lama, yaitu antara 2009 atau 2010. Namun, baru heboh tahun 2017 karena kontraversi pernyataan Presiden Amerika Serikat baru-baru ini terkait pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Pada buku IPS kelas VI yang dicetak oleh Intan Pariwara tercantum tabel 19 negara-negara Asia Barat, termasuk Israel. Di tabel tersebut juga tercantum nama negara dan ibukota negara. Di tabel Asia Barat itulah tertulis di kolom negera Israel dan di kolom ibukota Yerusalem.

Sedangkan di buku IPS kelas VI yang dicetak oleh Yudistira, pada bahasan negara-negara di Benua Asia, ada tabel negara-negara di Benua Asia. Tabel tersebut terdiri atas tiga kolom yaitu kolom nomor, nama negara dan nama ibukota negara. Nama negara Israel pada urutan nomor 7, di kolom ibukota tertulis Yerusalem. Sedangkan Negara Palestina di urutan no 12 dengan ibukotanya hanya diisi tanda strip (-) alias kosong.

“Dari penjelasan penerbit Yudistira dengan nomor surat 12/Pnb-YGI/XII/2017 tertanggal 12 Desember 2017 yang menyatakan bahwa sumber data bahwa negara Israel ibukotanya Yerusalem dari world population sheet 2010,” imbuh Retno.

Pada sampul kedua buku tersebut tertulis “Buku IPS kelas VI Sekolah Dasar (SD) /Madrasah Ibtidaiyah (MI)” dengan logo tertulis “sesuai standar isi 2006” dan logo “buku bse” (buku sekolah elektronik). Buku ini terbit sesuai dengan kurikulum 2006 yang dikenal dengan sebutan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), artinya buku ini bukan kurikulum 2013, tapi masih dipergunakan hingga saat ini.

KPAI menyimpulkan, buku-buku tersebut diterbitkan secara resmi oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional pada tahun 2009. Kemudian, para penerbit seperti Yudistira, Intan Pariwara, dan lain-lain, kemudian mencetak atau memperbanyak dan dijual.

“Maksud dan tujuan pembelian hak cipta nakah buku oleh pemerintah adalah untuk menekan harga buku pelajaran agar murah. Sayangnya, proses seleksi dan penilaian bukunya diduga memiliki kelemahan pada penelaah isi dan editan. Oleh karena itu, KPAI mempertimbangkan untuk berkoordinasi dan meminta keterangan dari pihak Kemendikbud juga untuk mencari solusi bersama,” kata Retno. (Andi)

Check Also

Beasiswa

Beasiswa S1 di Jepang untuk Pelajar SMA

Edupost.id – Mitsui-Bussan Scholarship Program for Indonesia merupakan tawaran beasiswa yang ditujukan bagi para pelajar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *