Kamis , 19 Oktober 2017
Home / Berita Pendidikan / KPAI Terima Aduan Film Animasi Berkonten Pornografi dan LGBT
KPAI Terima Aduan Film Animasi Berkonten Pornografi dan LGBT
KPAI Terima Aduan Film Animasi Berkonten Pornografi dan LGBT

KPAI Terima Aduan Film Animasi Berkonten Pornografi dan LGBT

Edupost.id – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima aduan adanya peredaran konten pornografi dan kekerasan yang diduga kuat ada dalam film animasi dan permainan monopoly. Konten berbahaya bagi anak-anak ini ada di gambar tokoh Upin dan Ipin yang digantung oleh tokoh animasi Unyil, permainan monopoly Junior Princess dan film animasi Disney junior “Doc Mcstuffins” yang diduga mengandung unsur konten LGBT.

“Untuk permainan monopoly, diduga dijual di toko buku ternama di Indonesia, sedangkan untuk film animasi diduga tayang dalam program tv berbayar. Untuk semua kasus yang dilaporkan tersebut, saat ini KPAI sedang melakukan pengkajian kasus,” ujar Margaret Aliyatul Maimunah, Komisioner KPAI Bidang Napza, Pornografi, dan Cyber Crime, (25/8).

Animasi gambar tersebut telah meresahkan masyarakat karena sangat tidak mendidik untuk anak Indonesia dengan adanya muatan konten kekerasan. Merebaknya animasi gambar tersebut dilakukan berkaitan dengan adanya kasus penyelenggaraan SeaGames di Malaysia yang tidak menghargai Indonesia.

KPAI minta agar masyarakat dapat menyampaikan protes dengan cara yang santun dan tetap mengedepankan prinsip etika yang baik serta menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan sebagai nilai luhur bangsa Indonesia. KPAI menghimbau agar masyarakat tidak lagi menshare animasi gambar tersebut, karena mempublikasikan konten-konten bermuatan kekerasan adalah bagian dari pelanggaran.

Terkait konten pornografi pada permainan Monopoly Junior Disney Princess Edition, Margareth mengatakan, permainan tersebut telah melangar Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 67A. Konten ini juga telah menimbulkan keresahan di masyarakat karena dapat memberikan pengaruh negatif serta meracuni otak anak generasi muda bangsa Indonesia.

“KPAI meminta agar penerbit beserta penjual baik langsung maupun online untuk menarik peredaran permainan tersebut. KPAI juga meminta agar penerbit dan penjual lebih berhati-hati dan lebih selektif terhadap konten permainan yang mengandung konten bermuatan pornografi,” lanjut Margareth.

Margareth juga mengatakan, pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Ini dilakukan untuk melakukan pengawasan terhadap peredaran film animasi Disney junior “Doc Mcstuffins” di tayangan di TV Kabel/TV berbayar, yang diduga mengandung unsur konten LGBT. (Andi)

Check Also

stop-bullying-kekerasan

KPAI Minta Sekolah Putus Mata Rantai Kekerasan Siswa

Edupost.id – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti meminta sekolah bersinergi dengan para …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *