Kamis , 21 September 2017
Home / Berita Pendidikan / Laman Buku.Kemendikbud.go.id Terima Saran Masyarakat
Laman Buku.Kemendikbud.go.id dapat Terima Saran Masyarakat
Laman Buku.Kemendikbud.go.id dapat Terima Saran Masyarakat (foto: Indblgspt)

Laman Buku.Kemendikbud.go.id Terima Saran Masyarakat

Edupost.id- Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskubruk) membuka akses kepada masyarakat untuk dapat memberikan saran dan kritik tentang buku pelajaran yang digunakan di sekolah. Saran dan kritik dapat diberikan masyarakat melalui laman http:/buku.kemendikbud.go.id yang dikelola Puskubruk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Sesuai Pemendikbud Nomor 8 tahun 2016 tentang buku yang digunakan oleh Satuan Pendidikan, Kemendikbud bersikap terbuka dalam menerima kritik dan saran untuk pengembangan buku dan memberikan apresiasi kepada masyarakat untuk menyempurnakan buku pelajaran.

Kepala Bidang Perbukuan Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud, Supriyatno menyampaikan masukan yang telah diterima akan digunakan dalam pennerbitan buku di edisi berikutnya. “Kita hargai sebagai masukan masyarakat yang harus kita tindaklanjuti, tidak harus defense. Kita jangan reaktif, jangan defense juga, karena memang tidak ada buku yang sempurna. Namanya buku, apalagi ditulis dalam waktu yang singkat pasti ada kelemahannya”, ujar Supriyatno.

Laman buku.kemendikbu.go.id tersebut antara lain berisi daftar judul buku pelajaran, termasuk isi atau konten bukunya yang dimuat dengan berupa e-book. Ada juga media interaksi di laman tersebut agar masyarakat bisa memberikan kritik dan masukan tentang buku.

“Saat ini laman tersebut sedang kita bangun, memang belum sempurna, tetapi sudah ada media komunikasi di laman itu untuk memberikan ruang kepada publik untuk ikut serta dalam membuat buku-buku yang diharapkan zero error”, kata Supriyatno.

Dalam proses pembuatan buku, akan ada Prosedur Operasional Standar (SOP) untuk penyusunan. Penulisan harus memenuhi beberapa kriteria, antara lain berpengalaman, misaklnya sudah pernah menulis buku. Penulis juga harus memiliki pemahaman tentang kurikulum. Dalam POS tersebut, diatur juga bahwa sebelum calon penulis ditetapkan sebagai penulis, mereka harus menulis contoh buku terlebih dahulu, lalu diajukan ke Puskurbuk.

Selama proses pembuatan buku, ada proses penelaahan sebanyak tiga kali, yaitu penelaahan sejak berupa draft, naskah setengah jadi, dan saat naskah lengkap. Kemudian dilakukan proses review dan uji coba keterbacaan ke guru. (Inan)

Check Also

Kemendikbud Fasilitasi Program Nonton Film Indonesia

Kemendikbud Fasilitasi Program Nonton Film Indonesia

Edupost.id- Program Nonton Film Indonesia akan difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).  Terutama masyarakat …

One comment

  1. Ir.Daniel Rachmat

    BSE untuk matematika smp dan sma kok banyak yang tidak sesuai urutannya /tidak nyambung artinya misal persamaan harga mutlak harusnya diajarkan lebih dulu persamaan kuadrat dan pertidaksamaan kuadrat karena harga mutlak ada unsur pertidaksamaan kuadratnya dll . juga soalnya ada yang tidak berkaian dangan topiknya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *