Senin , 29 Mei 2017
Home / Berita Pendidikan / Laporkan Tindakan Sodomi, Lima Guru Dikucilkan Warga Sekolah
Pelecehan pada anak
Pelecehan pada anak( foto: Childabuse.com)

Laporkan Tindakan Sodomi, Lima Guru Dikucilkan Warga Sekolah

Edupost.id – Seorang guru SLB Negeri Muaro Jambi berinisial S (34) dilaporkan ke polisi karena diduga melakukan pelecehan seksual (sodomi) terhadap sembilan anak didiknya di asrama SLB setempat. Pelapor adalah lima orang guru dari sekolah yang sama. Ironisnya, kelima guru  pelapor justru dikucilkan oleh warga sekolah karena dianggap mencemarkan nama baik sekolah.

Tak terima dengan perlakuan kepala dan warga sekolah, kelima guru ini lalu mengadu ke Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) untuk mendapat pendampingan. Retno Listyarti, Sekjen FSGI, menuturkan, setelah melaporkan rekan sesama guru atas dugaan pelecehan seksual, kelima guru ini justru dianggap melakukan pencemaran nama baik sekolah. Padahal, kelima guru ini bermaksud melindungi peserta didik agar tidak jatuh korban lagi di masa depan dan terhadap pelaku harus diberikan hukuman sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

“Padahal tindakan para guru pelapor adalah untuk mencegah dampak negatif anak akan mencontoh dan terbiasa melakukan sodomi dengan sesama siswa se-asrama, karena guru pelaku telah membiasakan meracuni anak-anak menonton film orang dewasa sehingga anak terdorong untuk melakukan kekerasan seksual dan ikhlas disodomi,” ujar Retno.

Retno menambahkan, dugaan pelecehan seksual ini diperkuat dengan alat bukti adanya saksi dan hasil visum dokter. Hasil pemeriksaan psikologi terhadap anak juga membuktikan ada kerusakan fisik dan mental anak. Retno meyakini, pelaku sudah terbukti melanggar Undang-Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 2002 pasal 80 dengan ancaman hukuman penjara 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan.

Menindaklanjuti laporan ini, FSGI berrencana mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) hari ini, Jumat (23/9). FSGI akan meminta KPAI turun tangan menyelamatkan guru dan seluruh warga sekolah, terutama anak-anak didik yang berpotensi menjadi korban.
“FSGI akan mendatangi KPAI  pada jumat, 23 September 2016 jam 14.00 WIB untuk melapor dan mengusulkan kepada KPAI segera turun tangan menerbitkan surat yang ditujukan kepada Gubernur Jambi, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muaro Jambi berisi himbauan selamatkan guru dan seluruh warga sekolah –terutama anak-anak didik yang berpotensi menjadi korban–, dan pulihkan keadaan sehingga kegiatan belajar mengajar di SDLB yang dimaksud kembali normal dan kondusif,” kata Retno. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *