Jumat , 26 Mei 2017
Home / Berita Pendidikan / Lestarikan Budaya Lokal, Ratusan Siswa Sleman Kemah
ratusan siswa sleman ikuti kemah budaya
Ratusan siswa Sleman ikuti kemah budaya

Lestarikan Budaya Lokal, Ratusan Siswa Sleman Kemah

Edupost.id – Sebanyak 200 Siswa SMA/SMK se-Kabupaten Sleman selama tiga hari mengikuti kemah budaya di Desa Wisata Pulesari Wonokerto Sleman. Acara yang digelar sejak Jumat hingga Minggu (2-4/9) ini mengambil tema, “Dengan kemah budaya kita tingkatkan jati diri dan karakter generasi muda”.

Kemah budaya yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kali ini bertujuan menjaga kelestarian budaya lokal. Selain itu juga juga dapat menjadi sarana silaturahmi antar siswa sehingga diharapkan bisa menekan angka kekerasan.

“Ada 25 sekolah yang berpartisipasi dari tingkat SMA dan SMK. Masing-masing mengirimkan satu regu putra dan putri, dengan komposisi dua orang anggota ambalan dan enam orang non ambalan,” kata Sekretaris Disbudpar Sleman Endah Sri Widiastuti.

Selama kegiatan tersebut juga diagendakan beberapa diskusi yang melibatkan beberapa instansi di Sleman. Diskusi tentang Pendidikan berbasis budaya dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga, Narkoba dan generasi muda dari BNNK, serta Budaya bersih dan lingkungan dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman.

Selain itu juga diagendakan materi tentang Bahasa dan pakaian jawa dari TVRI Yogyakarta, Makna Hantaran oleh Suwarno Pringgodigdo, Tradisi lokal masyarakat Pulesari oleh pengelola Desa Wisata Pulesari dan Sustainable Tourism Development oleh Shavitri Nurmala Dewi.

Tidak hanya diskusi, di acara kemah budaya tersebut juga dilengkapi dengan praktik pembuatan hantaran, penjor, dan sesorah bahasa Jawa, sehingga para peserta kemah budaya dapat melihat bagaimana praktek dan proses pembuatannya secara langsung.

“Kemah budaya ini diharapkan bisa membentuk karakter generasi muda apalagi di tengah derasnya arus globalisasi, dan kebebasan informasi seperti sekarang. Mereka harus memiliki filter yang kuat terhadap berbagai pengaruh tersebut,” kata Endah.

Pengaruh positif sudah barang tentu dapat dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa dan meningkatkan daya saing, akan tetapi pengaruh negatif musti dihindarkan. Generasi muda tidak boleh terlena terhadap arus globalisasi yang sangat deras ini. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *