Sabtu , 21 Oktober 2017
Home / Berita Pendidikan / Mahasiswa harus Kompetitif Tingkatkan Daya Saing Bangsa
mahasiswa
Ilustrasi. Mahasiswa (foto: ITB dok.)

Mahasiswa harus Kompetitif Tingkatkan Daya Saing Bangsa

Edupost.id – Direktur Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjend Belmawa) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Prof. Intan Ahmad mengatakan, seorang mahasiswa harus memiliki jiwa kompetitif di tengah ketatnya persaingan abad 21. Di era persaingan antar bangsa ini,generasi muda, khususnya mahasiswa harus memiliki kompetensi yang lebih unggul untuk meningkatkan daya saing bangsa.

Hal ini disampaikan oleh Prof Intan dalam acara stadium general mahasiswa baru Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rabu (30/8) di GOR UNY. Acara yang dfiikuti oleh ribuan mahasiswa baru UNY ini mengambil tema Dari Yogyakarta untuk Indonesia : Semangat Keyogyakartaan untuk Membangun Generasi Unggul, Kreatif, dan Inovatif Menghadapi Persaingan Global”.

“Mahasiswa baru saat ini adalah generasi yang mampu mengubah sesuatu menjadi lebih baik, jadi hidup sebagai mahasiswa harus bisa merencanakan hidup dan masa depan,” ujar Prof Intan.

Intan menegaskan, sebagai generasi muda, seorang mahasiswa harus memiliki perencanaan yang kuat untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan global. Menjadi mahasiswa juga harus menjadi bagian perencanaan menghadapi persaingan masa depan.

Intan juga menyebut rendahnya daya saing Indonesia di antara negara – negara lain. Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia bahkan harus mengakui kekalahan dengan negara Thailand, Malaysia, bahkan Singapura.

“Daya saing Indonesia di urutan 41 dari 138 negara. Singapura di urutan ke dua, Malaysia 25, dan Thailand 34,” ujar Intan.

Ini adalah sebuah kenyataan pahit bagi Indonesia. Ketiga negara Asia Tenggara yang memiliki daya saing lebih tinggi dibanding Indonesia adalah negara yang tidak memiliki sumber daya alam, dan memiliki jumlah penduduk yang kecil. Ini juga membuktikan bahwa jumlah penduduk dan sumber daya alam Indonesia yang besar tidak menjadi jaminan Indonesia memiliki daya saing tinggi.

Dikatakan Intan, persoalan pendidikan dan pelatihan yang masih kurang maksimal menjadi faktor utama rendahnya daya saing Indonesia. Setiap tahun ada 1,5 juta mahasiswa baru dan 1 juta orang lulusan perguruan tinggi. Dari jumlah itu, ada ratusan ribu orang pengangguran.

Selain membutuhkan para pemikir, Indonesia juga membutuhkan tenaga ahli yang memiliki kompetensi keahlian tinggi dalam bidang tertentu. Tenaga ahli ini hanya dapat dihasilkan dari sekolah vokasi.
Untuk itu, Intan meminta mahasiswa untuk sedari awal merencanakan masa depan. Memutuskan menjadi mahasiswa, menurut Intan tidak haya didasari untuk kepentingan pribadi, tapi juga demi kepentingan bangsa. Karena di tangan generasi muda, Indonesia akan menjai bangsa yang berdaya saing tinggi. (Andi)

Check Also

Cegah Penyakit Kulit dengan Karpet Pintar Inovasi UNY

Cegah Penyakit Kulit dengan Karpet Pintar Inovasi UNY

Edupost.id – Terkena penyakit kulit tentu sangat mengganggu. Penyakit ini bisa disebabkan karena lingkungan yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *