Sabtu , 19 Agustus 2017
Home / Berita Pendidikan / Mendikbud: Budaya Membaca Masyarakat Masih Rendah
siswa SD membaca buku
Siswa SD membaca di pameran buku (ilustrasi : Anonim)

Mendikbud: Budaya Membaca Masyarakat Masih Rendah

Edupost.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendi menyebut, budaya membaca dan literasi masyarakat Indonesia masih rendah. Bahkan ia menilai, kondisinya tertinggal empat tahun dibanding negara maju.

Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan Uji Publik RUU Tentang Sistem Perbukuan di Universitas Muhammadiyah, Malang beberapa waktu lalu. Menurutnya, kemampuan literasi siswa kelas XII di Indonesia masih setara dengan kemampuan siswa kelas VIII di negara maju. Ketertinggalan ini harus dikejar agar dapat meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Namun masalah yang dihadapi saat ini adalah tingginya disparitas antar-daerah sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi di suatu daerah.

“Ada daerah di mana sekolah libur selama 3 bulan karena siswa membantu orangtuanya ke sawah, ada daerah yang tidak bisa menerapkan Sekolah 8 Jam karena masih double shift, belum lagi untuk daerah-daerah kepulauan yang sangat tergantung cuaca,” jelasnya.

Karena perbedaan karakteristik itu, maka kebijakan pendidikan nasional tidak bisa diterapkan secara seragam di setiap daerah. “Untuk daerah-daerah yang tertinggal maka diperlukan afirmasi,” tambahnya.

Langkah afirmasi di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T), menurut Mendikbud, antara lain akan membangun perpustakaan di pinggiran, membangun gerakan membaca, kegiatan pembagian buku dan sebagainya. Pengaturan perbukuan yang menjamin kemanfaatan, mutu, ketersediaan, keterjangkauan yang dapat dipertanggungjawabkan, menurut Mendikbud, akan membantu meningkatkan daya literasi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, kata Mendikbud, Rancangam Undang-Undang (RUU) Sistem Perbukuan perlu segera disahkan.

Sementara itu, Ketua Tim Panitia Kerja (Panja) RUU Tentang Sistem Perbukuan, Sutan Adil Hendra, mengatakan RUU ini merupakan inisiatif DPR yang telah dibahas selama 10 tahun dan Tim Panja yang sekarang ini baru menerima mandat pembahasan pada 16 April 2016 untuk segera menuntaskannya bersama Pemerintah. (Kemendikbud/IK-SS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *