Minggu , 17 Desember 2017
Home / Berita Pendidikan / Mendikbud: Kekerasan di Sekolah Diselesaikan dengan Pendidikan
stop-bullying-kekerasan
Ilustrasi. Stop bullying (kekerasan)

Mendikbud: Kekerasan di Sekolah Diselesaikan dengan Pendidikan

Edupost.id,Yogyakarta – Maraknya kasus kekerasan yang menimpa anak-anak di lingkungan sekolah bukan lagi menjadi rahasia. Banyak anak yang menjadi korban kekerasan dari teman sebaya atau orang yang lebih tua di lingkungan sekolah. Persoalan seperti ini menurut Mendikbud Anies Baswedan tidak cukup diselesaikan dengan jalur hukum, tetapi juga harus dengan jalur pendidikan.

“Menyangkut kekerasan, kita mencoba untuk menyelesaikan dengan pendidikan,” kata Menteri Anies.

Dijelaskan Anies, dalam sudut pandang pendidikan, harus dilakukan upaya pencegahan terhadap kasus kekerasan. Dalam Permendikbud No.82 tahun 2015, setiap sekolah harus memiliki tim pencegahan anti kekerasan. Tim ini terdiri dari guru, orang tua, dan siswa. “Ini wajib, jadi kalau teman-teman menemukan ada sekolah yang tidak ada tim pencegahan kekerasan harus dilaporkan,” ujar Anies.

Selain sekolah, kabupaten atau kota juga harus memiliki gugus pencegahan kekerasan. Tim kekerasan seperti ini diyakini Anies ampuh mencegah munculnya praktek kekerasan. Karena pada dasarnya terjadinya kekerasan sudah dapat diperkirakan sebelumnya. “Proses pendidikan sebenarnya adalah langkah pencegahan, bukan penindakan,” imbuhnya.

Jika langkah antisipasi ini berjalan dengan baik, tentunya kasus kekerasan dapat ditekan. Dan sudah seharusnya kasus kekerasan ini menjadi perhatian berbagai pihak, baik guru, siswa, orang tua, masyarakat, maupun pemerintah. (Andi)

Check Also

stop-bullying-kekerasan

Korban Perundungan Mirip Ahok Punya Sekolah Baru

Edupost.id – Kasus perundungan terhadap siswa SD Pekayon Jakarta Timur berinisial SB beberapa waktu lalu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *