Rabu , 20 September 2017
Home / Berita Pendidikan / Mendikbud: Membentuk Revolusi Mental Melalui Pendidikan Karakter
guru-mengajar
Proses belajar mengajar mengajar di MAN 1 Surakarta (foto: Rohman)

Mendikbud: Membentuk Revolusi Mental Melalui Pendidikan Karakter

Edupost.id- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan satu kata kunci dari pendidikan di Indonesia seperti pesan Presiden Joko Widodo yakni, pentingnya revolusi mental melalui revolusi karakter, revolusi budi pekerti, atau revolusi akhlak.

Mendikbud mengatakan peran guru dapat memulai revolusi mental siswa dalam proses belajar di lingkungan sekolah. Tiga hal yang harus dipegang untuk mengukur profesionalitas guru yakni keahlian, tanggungjawab sosial dan rasa kesejawatan yang harus dibangun dalam revolusi mental. “Guru-guru harus saling bekerja sama untuk membangun anak-anak yang sesuai dengan tujuan pendidikan dan karakter,” ujar Mendikbud.

Sebagai salah satu elemen dalam pendidikan, guru tetap maupun tidak tetap diberikan kebijakan baru mengenai jam kerja. “Pendidikan karakter bukan sekedar program kerja, bukan sekedar ide baru dari menteri, namun betul-betul visi dari Presiden, yang diharapkan mampu meningkatkan seluruh elemen masyarakat terutama elemen dalam sektor pendidikan,” tutur Mendikbud.

Mendikbud juga menambahkan, kunci strategis dari tercapainya pendidikan karakter adalah elemen-elemen yang berada dalam sektor pendidikan. “Sabtu dan Minggu menjadi hari keluarga. Guru-guru juga ikut libur, sedangkan Senin sampai Jumat memang terjadi perubahan, sekolah berlangsung menjadi delapan jam di sekolah. Itu minimum,” katanya.

Perubahan mengenai jam kerja bagi guru-guru ini dilakukan untuk mengganti aturan 24 jam tatap muka. 24 jam tatap muka ini dianggap menimbulkan banyak permasalahan di sekolah-sekolah seperti kosongnya sekolah saat jam kerja. Mendikbud juga melarang guru-guru untuk membawa pekerjaan pulang ke rumah.

Kepada para Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di tingkat Kabupaten/Kota, Mendikbud berpesan  agar pemerintah daerah mengambil peran yang aktif, kreatif, dan inovatif untuk menyusun aktivitas pendidikan dengan melibatkan kebudayaan lokal di daerah masing-masing. (Kemendikbud/Inan)

Check Also

siswa SD

Penguatan Karakter Solusi Kekerasan dalam Pendidikan

Edupost.id – Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti mengungkapkan dua catatan penting …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *