Sabtu , 21 Oktober 2017
Home / Berita Pendidikan / Mengaku Anaknya Tewas Diadu, Maria Agnes Curhat ke Jokowi

Mengaku Anaknya Tewas Diadu, Maria Agnes Curhat ke Jokowi

Edupost.id – Media sosial dihebohkan dengan tulisan Maria Agnes yang mencurahkan isi hatinya kepada Presiden Joko Widodo tentang anaknya yang meninggal setelah disiksa dan diadu oleh teman-teman sekolahnya, Hilarius Christian Event Raharjo, siswa kelad 10 SMA Budi Mulia Bogor tewas diadu pada 29 Januari 2016 lalu.

Lewat akun Facebook miliknya, Maria Agnes menceritakan, saat itu korban hendak pulang dari sekolah, tetapi korban tidak jadi pulang karena diajak temannya untuk menonton pertandingan basket. Namun ternyata korban malah dibawa ke ajang gladiator yang menyebabkan korban kehilangan nyawanya.

Maria menggunggah tulisan itu pada 12 September 2017. Berikut tulisan lengkap Maria Agnes, atau bisa klik di sini: https://web.facebook.com/maria.agnes.14418

Kepad Bpk Presiden RI Joko Widodo yang saya hormati. Salam sejahtera buat bpk sekeluarga dan seluruh rakyat Indonesia. Bapak, saya adalah seorang ibu biasa dari kota Bogor yang biasa Bapak kunjungi. Saya tinggal di dekat istana Batutulis Bogor.

Bapak,.ijinkan saya mengadu dan bicara apa adanya tentang kekerasan yang merenggut nyawa anak saya Hilarius Christian Event Raharjo kelas 10 di SMU Budi Mulia Jl. Kapt Muslihat Bogor lingkungan gereja Katedral Bogor, dan siswa yang membunuh anak saya adlah siswa SMU Mardi Yuana Jl. Sukasari Bogor lingkungan Gereja Katolik Santo Fransiskus Asisi.

Hari demi hari adalah siksaan buat saya yang menginginkan keadilan utk penghilangan nyawa anak saya Pak Presiden. Iya Pak, saya terhalang oleh hati saya yang tersiksa oleh syarat autopsi yang harus dilakukan terhadap anak saya yang sehat walafiat dibunuh dan harus disiksa lagi dengan Autopsi. Bukankah saya berhak untuk menolak Autopsi. Tapi saya inginkan supaya semua pelakunya dihukum. Karena ada 50 orang lebih yang menonton anak saya disiksa sampai sakaratul maut yang divideokan oleh siswa-siswa sekolah katolik tersebut dalam waktu hanya beberapa menit.

Kenapa anak saya setelah meninggal harus disiksa lagi Pak Presiden? Hilarius diadu seperti binatang di arena sorai sorai anak MY dan BM, meninggal sebentar karena dalam kondisi jatuh ditarik kakinya diinjak ulu hatinya, jantungnya diinjak, mata memutih. Hila berusaha bangun dan saat Sakratul Maut kejang-kejang, dipukul di bagian kepala 6 kali pukulan di kepala dan Hila meninggal di TKP. Di lapangan SMU Negeri 7 Indrapasta Bogor, atas suruhan promotor dari MY DO an untuk pukul Hila yang belum KO katanya.

Saat Hila ingin mundur tidak mau berkelahi, pinggang Hila ditendang oleh ketua OSIS Budi Mulya yang saat itu menjabat hingga Hila meninggal dalam hitungan detik atau beberapa menit. Dan mereka pelakunya ini tidak dihukum Pak, hanya yang saat itu sedang berkelahi saja yang dikeluarkan dari sekolah. Sementara promotor acara BOM BOM AN dari DO an BUDI MULYA ini masih bebas berkeliaran tak ada tanggung jawab secara moral, hanya uang pemakaman saja.

Bapak Presiden…saya memohon Pak…supaya ada penyempurnan peraturan hukum untuk kekerasan yang mengakibatkan tunas bangsa harapan negara dan orang tuanya, nyawanya hilang tanpa belas kasih. Biar mereka pembunuhnya masih di bawah umur, tapi akibatnya tetap sama, hilang nyawa orang lain. Saya sedih dan hancur Bapak Presiden. Mohon Bapak membantu saya untuk solusi keadilan.

Check Also

Kartu Indonesia Pintar

Bagikan KIP, Jokowi : Anak-anak di Buleleng Pintar-pintar

Edupost.id – Presiden RI Joko Widodo menyampaikan, dua siswa asal Buleleng yang meraih prestasi di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *