Selasa , 24 Oktober 2017
Home / Berita Pendidikan / Menristekdikti Tidak akan Naikkan UKT Tahun Ini
Tahun ini Kemenristek Dikti Alokasikan 80 Ribu Beasiswa
Tahun ini Kemenristek Dikti Alokasikan 80 Ribu Beasiswa

Menristekdikti Tidak akan Naikkan UKT Tahun Ini

Edupost.ID – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir melarang seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) menaikkan uang kuliah tunggal (UKT) pada 2017. Ia mengatakan larangan kenaikan UKT telah disampaikan kepada seluruh rektor perguruan tinggi negeri badan hukum, PTN badan layanan umum (PTN BLU) maupun PTN Satker.

“Meski sejak 2015 belum pernah ada kenaikan, kebijakan menaikkan UKT dalam situasi saat ini masih belum memungkinkan,” kata Menristekdikti Mohammad Nasir dalam acara Rakernas Kemenristekdikti 2017 kemarin.

Dikatakan Nasir, meski anggaran Kemenristekdikti dari APBN selalu menurun dari tahun ke tahun, tapi sejak 2015 hingga sekarang belum pernah dilakukan penaikan tarif UKT. Anggaran Kemenristekdikti yang pada 2014 mencapai Rp 46,5 triliun, turun menjadi Rp 42 triliun pada 2015, dan Rp 40 triliun pada 2016. Pada tahun ini anggaran ini kembali turun pada angka Rp 39 triliun.

Hal lain yang menjadi dasar penundaan kenaikan UKT, menurut Nasir, adalah masih tingginya persentase calon mahasiswa dari keluarga miskin di PTN. Jumlah mahasiswa dari keluarga miskin rata-rata mencapai 20 persen, bahkan hingga 27 persen, lebih tinggi dari perkiraan awal sebanyak 10 persen.

Namun demikian, kata dia, penentuan UKT berdasarkan penggolongan mulai 1-6 tetap diberlakukan, yang disesuaikan dengan tingkat penghasilan orang tua. Yang terpenting, mahasiswa miskin tetap harus mendapat kesempatan untuk menikmati pendidikan.

“Sehingga jangan sampai UKT membebani anak miskin. Jangan sampai mahasiswa yang sudah diterima tidak bisa masuk gara-gara tidak mampu membayar biaya kuliah,” kata dia.

Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr Fred Benu mengatakan, di kampusnya selama ini tidak pernah ada masalah dengan UKT. Orang tua mahasiswa memilih sendiri golongan UKT sesuai kondisi ekonomi masing – masing. Setelah itu baru diverifikasi oleh pihak kampus.

“Tidak pernah ada orang tua yang berbohong, karena kalau ternyata bohong kami akan masukkan ke UKT tertinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Rohmat Wahab menilai pelarangan penaikan UKT tahun ini akan memberatkan operasional kampus. Adanya kenaikan harga memang cukup memberatkan dalam belanja kampus.

“Bukan kami tidak ingin membantu mahasiswa, tetapi dengan barang-barang yang serba naik begini daya beli untuk membeli sesuatu jadi berkurang,” kata dia. (Andi)

Check Also

Raih Beasiswa S1 hingga S3 di Australia

Pemerintah Akan Hentikan Tunjangan Guru Besar Tak Produktif

Edupost.ID – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir mengatakan, pemerintah akan menghentikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *