Minggu , 17 Desember 2017
Home / Berita Pendidikan / Minim Dosen, Dua PTS di DIY Terancam Ditutup
Menelisik-Urgensi-Akreditasi-PTS-di-Daerah
Ilustrasi: Lulusan Perguruan Tinggi (Foto: collegecandy)

Minim Dosen, Dua PTS di DIY Terancam Ditutup

Edupost.id, Yogyakarta – Dua Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di DIY terancam akan ditutup. Kurangnya jumlah dosen menjadi faktor utama ancaman penutupan itu. Hal ini seperti yang diungkapkan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta  (Kopertis) wilayah V DIY, Bambang Supriyadi.

Pihaknya telah mengirimkan surat peringatan kepada kedua PTS itu. Namun, Bambang tidak menyebut secara gamblang nama kedua PTS itu.

“Yang satu sudah tidak membuka pendaftaran mahasiswa baru dan dosen sejak dua tahun lalu,” ujar Bambang kepada Edupost.id.

Sementara, PTS kedua terancam ditutup karena menurut Bambang, PTS tersebut memiliki jumlah dosen yang sangat minim sehingga menimbulkan terganggunya aktivitas belajar mengajar. “Jumlah dosen mereka kurang dari enam. Gedungnya sudah tidak terurus dan laboratorium sudah tidak ada,” imbuhnya.

Pihak Kopertis V DIY telah memberikan tenggat waktu penyelesaian persoalan ini kepada masing-masing pengelola PTS itu. Pada Juni 2016 kepada kedua pengelola PTS bermasalah itu harus dapat memiliki solusi yang baik.

Bambang menghimbau masyarakat agar berhati-hati memilih PTS yang akan dimasuki. Sebelum mendaftar, calon mahasiswa sebaiknya terlebih dahulu mengecek ke Kopertis mengenai kondisi perguruan tinggi yang akan dimasuki.

Ia juga menyampaikan, selain ada PTS yang terancam ditutup, Kopertis DIY juga mendapat empat permohonan izin pendirian PTS baru. Keempat PTS itu akan menambah jumlah PTS di DIY yang saat ini mencapai 106 kampus.

“Empat kampus yang sudah kita rekomendasi ada di bidang kesehatan, IT, dan umum. Bentuknya perguruan tinggi, sekolah tinggi, dan politeknik. Letaknya tersebar di Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta,” pungkasnya. (Andi)

Check Also

ASI Ternyata Bisa Lindungi Bayi dari Alergi

Edupost.id – Semasa menyusui, tak jarang ibu mengonsumsi makanan yang umum menjadi penyebab alergi, seperti …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *