Sabtu , 25 November 2017
Home / Berita Pendidikan / Minimalkan Penyelewengan, Sekolah Gunakan Sistem Non tunai
Biaya-Dinas-Pejabat-Sedot-Anggaran-Dikti
Ilustrasi: Uang Rupiah. (Foto: bloomberg)

Minimalkan Penyelewengan, Sekolah Gunakan Sistem Non tunai

Edupost.id – Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Edy Heri Suasana menyatakan, pihaknya akan memberlakukan sistem non tunai dalam transaksi belanja di sekolah negeri. Pemberlakuan sistem ini diyakini dapat meminimalkan penyelewengan anggaran yang bersumber dari pemerintah, seperti BOS dan BOSDA.

Dalam sistem non tunai, transaksi belanja sekolah tidak boleh menggunakan uang tunai. Seluruh transaksi pembayaran dilakukan dengan transfer antar bank. Untuk itu, pihak sekolah harus memilih penyedia barang dan jasa yang memiliki rekening bank dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

“Dengan sistem non tunai, sekolah tinggal memindahkan saja dari rekening sekolah ke rekening penyedia barang dan jasa,” ujar Edy.

Aturan ini akan diberlakukan bagi sekolah dari tingkatan TK, SD dan SMP Negeri di Kota Yogyakarta yang sumber dananya murni dari pemerintah. Disdik setempat saat ini tengah gencar melakukan sosialisasi pemberlakuan sistem baru ini. Tak hanya sosialisasi, Disdik juga siap mendampingi seluruh sekolah dalam proses transaksi sehingga Dinas Pendidikan terbuka bagi sekolah yang masih kesulitan.

Implementasi transaksi non tunai diatur dalam Surat Edaran Kemendagri Nomor 910/1867/SJ, bahwa transaksi nontunai dilakukan paling lambat per 1 Januari 2018. Disdik Yogyakarta akan memberlakukan sistem ini di sekolah pada pekan kedua November 2017 terutama dalam penggunaan dana BOS atau Bosda. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *