Senin , 5 Desember 2016
Home / Berita Pendidikan / Moratorium UN Dapat Dukungan dari Kalangan Guru
Ujian Nasional Sekolah Dasar. foto : ANT
Ujian Nasional Sekolah Dasar. foto : ANT

Moratorium UN Dapat Dukungan dari Kalangan Guru

Edupost.ID – Kebijakan moratorium Ujian Nasional yang diusung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Efendy mendapat dukungan dari kalangan guru. Mereka menilai, langkah ini memang sudah tepat untuk dilakukan.

“Wah bagus sekali, FSGI mengapresiasi kebijakan pemerintah untuk moratorium UN karena hal itu menunjukan pemerintah patuh pada keputusan pengadilan dan menghargai hukum, ” ungkap Sekjend Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti ketika dihubungi Edupost.ID Selasa (29/11).

Pernyataan Retno ini mengacu pada putusan Mahkamah Agung (MA) terkait gugatan UN 2009 lalu. Pemerintah dituntut untuk mendahulukan peningkatan kualitas guru, kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan, serta akses informasi yang lengkap ke seluruh Indonesia. Baru setelah itu pemerintah bisa menjalankan UN.

Moratorium ini, menurut Retno juga telah memenuhi rasa keadilan masyarakat. Selama ini siswa di sekolah yang minim standar pendidikannya, dipaksa untuk mengikuti ujian berstandar nasional.

Retno juga menyepakati akan diberlakukannya ujian daerah sebagai pengganti UN. Ujian daerah dapat berfungsi sebagai seleksi siswa untuk masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

“Bisa gunakan hasil ujian daerah untuk seleksi masuk SMP dan SMA, karena UN dimoratorium tetap untuk pemetaan. Daerah menyelenggarakan ujian di daerahnya masing-masing disesuaikan dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing daerah,” imbuhnya.

Pendapat senada juga disampaikan Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim. Menurutnya, selama ini masih banyak terjadi kecurangan dalam UN yang membuat UN tak bisa dijadikan standar penilaian.

“Hasil Ujian Nasional tidak menggambarkan apapun dan tidak mungkin bisa dijadikan dasar pemetaan atau basis data mengambil kebijakan karena lebih dari 70% curang. Ujian Nasional menelan anggaran lebih dari 500 Milyar atau setara dengan membangun 185 Unit Sekolah Baru sehingga sebaiknya anggaran UN digunakan untuk peningkatan kualitas sarpras,” ujar Ramli.

UN, menurut Ramli adalah sarana paling ampuh menghacurkan mental dan karakter siswa. Tiga tahun siswa diajari jujur dan disiplin, tetapi semua itu dihancurkan hanya dalam 3-4 hari saja. Selain itu, UN juga sangat tidak adil karena tidak semua mata pelajaran diujikan. Bahkan seseorang yang punya kemampuan luar biasa pada mata pelajaran tertentu bisa saja gagal total karena tidak termasuk dalam mata pelajaran yang diujian nasionalkan.

Atas dasar itu, FSGI maupun IGI mengaku siap mendukung upaya pemerintah memoratorium UN. Organisasi guru ini bahkan mengaku sudah lama berjuang agar UN dihapuskan. (Andi)

Check Also

Indonesia Siap Gelar Olimpiade Sains Internasional di Bali

UN Masih Dibutuhkan untuk Pemetaan

Edupost.ID – Meski tak lagi menjadi penentu kelulusan, keberadaan Ujian Nasional (UN) masih dianggap penting …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *