Selasa , 12 Desember 2017
Home / Berita Pendidikan / Nasir Berharap Perguruan Tinggi di Papua Berakreditasi A
menristekdikti-Muhammad-Nasir
Menristekdikti Muh. Nasir

Nasir Berharap Perguruan Tinggi di Papua Berakreditasi A

Edupost.id – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir menyampaikan harapannya tentang perguruan tinggi di Papua. Menurutnya, Perguruan Tinggi Swasta di Papua dan Papua Barat dapat lebih maju dan minimal akan ada PTS yang mempunyai akreditasi A kedepannya.

Hal itu disampaikannya saat memimpin Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Pimpinan Yayasan di lingkungan Kopertis Wilayah XIV Papua dan Papua Barat, di Timika beberapa waktu lalu.

“Mimpi saya nantinya ada Perguruan Tinggi di wilayah Papua dan Papua Barat yang punya Akreditasi A, karena mutu pendidikan tinggi di Indonesia bagian timur harus segera ditingkatkan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan saya yakin di masa datang akan ada pemimpin yang hebat dari putera-puteri daerah dari Papua,” harapnya.

Nasir menyebutkan bahwa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Papua dan Papua Barat lebih dominan pada Sekolah Tinggi dan Akademinya, karena sebagian besar disini adalah pekerja, oleh karena itu Nasir akan memberikan fokus kepada pembenahan sekolah tinggi, akademi, serta politeknik.

Ia juga menyampaikan tentang revitalisasi pendidikan tinggi vokasi, dirinya bertekad Papua bisa menghasilkan lulusan yang berkualitas dari putera-puteri daerah yang melakukan pendidikan tinggi di sekolah tinggi, akademi serta politeknik.

“Dosen-dosen baik di sekolah tinggi, akademi, dan politeknik nantinya harus mempunyai sertifikat kompetensi sesuai kebutuhan industri, Kemenristekdikti akan membiayai penuh melalui Kopertis Wilayah XIV pada dosen di Papua untuk di didik lagi selama kurang dari 1 (satu) tahun demi mendapatkan sertifikat kompentesinya tersebut,” terangnya. (Dikti/ IK-SS)

 

Check Also

dosen mengajar

Kalangan Profesional Kini Bisa Jadi Guru Besar

Edupost.id – Untuk memenuhi kebutuhan dosen yang masih terbatas, Kemenristekdikti telah memberikan kesempatan kalangan profesional …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *