Senin , 25 September 2017
Home / Berita Pendidikan / Nunggak Bayaran Sekolah, Guru Suruh Siswanya Jual Diri
Korban kekerasan seksual anak
Ilustrasi. Korban kekerasan seksual anak

Nunggak Bayaran Sekolah, Guru Suruh Siswanya Jual Diri

Edupost.id – Posko Pengaduan UNBK FSGI (Federasi Serikat Guru Indonesia) kembali menerima informasi terkait SMKN 3 Padang Sidimpuan, Sumatera Utara. Kali ini terkait kekerasan verbal  yang dilakukan oknum guru berinisial KS teradap anak lain, yang berinisial SY; IG; PNMM; KS dan SA.

Kelima siswi SMKN 3 Kota Padang Sidimpuan tersebut dipanggil oleh pihak sekolah yang diwakili oleh oknum guru KS karena belum membayar iuran Pengelolan Usaha (PU) sebesar Rp 400 ribu. Oknum guru KS menyarankan  para siswi yang menunggak iuran itu menjual dirinya, agar iuran PU tersebut bisa mereka lunasi.

Oknum Guru KS ini yang juga  melakukan kekerasan verbal terhadap almarhum Amel, yang diduga menjadi pemicu Amel bunuh diri dengan meminum racun. Kalau Amel jurusan Tata Busana, maka kelima siswi tersebut jurusan Tata Kecantikan di SMKN 3 Padang Sidimpuan.

Kronologi Peristiwa

Peristiwa itu berawal pada Sabtu 1 April 2017 lalu. Saat itu, KS, oknum guru yang menyuruh para siswa menjual diri itu mengumpulkan mereka di salah satu ruangan yang ada di sekolah itu. Selanjutnya, KS menanyakan apakah iuran PU mereka sudah lunas atau tidak. Spontan, ke-lima siswi itu menjawab “tidak”. Mendengar pengakuan dari siswi itu, KS langsung marah dengan mengeluarkan suara yang tinggi.

KS bertanya : “Kenapa iuran PU belum dibayar?”. Mendengar ucapan KS, ke lima siswi itu tidak bisa berkata-kata, mereka hanya bisa diam sembari mendengarkan ocehan dari oknum guru itu.  “Jual saja diri kalian ke JB (nama salah satu tempat hiburan malam di Padangsidimpuan), supaya tunggakan kalian ini bisa lunas,” tutur siswa-siswa itu menirukan perkataan dan nada suara guru itu kepada mereka. 

Setelah keluar dari ruangan, sejumlah siswa langsung menangis karena ucapan dari oknum guru itu menyakiti dan merendahkan martabat mereka. Awalnya, para siswa itu takut mengungkapkan yang dialami mereka, karena mereka tidak mau berurusan dengan pihak sekolah.
Keberanian kelima siswi tersebut untuk mengungkap perlakuan guru itu setelah muncul setelah salah seorang siswi, Amelya Nasution, di sekolah itu nekat bunuh diri dengan cara minum racun rumput karena mengalami kekerasan verbal juga. Sebelum bunuh diri, Amelya diduga juga mendapat intimidasi dari KS.

Dinas Pendidikan Sumatera Utara perlu mengevaluasi Kepala Sekolah dan manajemen SMKN 3 Padang Sidempuan dengan meminta keterangan dari para siswa maupun para guru, karena sudah ada 7 kali demo yang dilakukan siswa SMKN 3 dalam 2 tahun terkhir.  SMKN 3 Padang Sidimpuan harus di evaluasi secara menyeluruh dengan melibatkan stakeholder terkait, setidaknya sudah ada laporan 2 kekerasan verbal yang berdampak trauma pada peserta didiknya.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak didik. Berikan perlindungan terhadap anak-anak dimanapun mereka berada”, tegas Retno Listyarti, Sekjen FSGI.

Check Also

ujian nasional

Posko UN Kemendikbud Terima 17 Pengaduan

Edupost.id – Ujian Nasional (UN) tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan madrasah aliyah (MA) tahun ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *