Kamis , 21 September 2017
Home / Berita Pendidikan / Orangtua Keluhkan Buku Pelajaran SD Berkonten Pornografi
Orangtua Keluhkan Buku Pelajaran SD Berkonten Pornografi
Orangtua Keluhkan Buku Pelajaran SD Berkonten Pornografi

Orangtua Keluhkan Buku Pelajaran SD Berkonten Pornografi

Edupost.id- Sejumlah orang tua siswa di berbagai daerah mengeluhkan, buku pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan bagi siswa kelas 5 SD. Buku Penjasorkes sekolah dasar di Kabupaten Pasaman, Pariaman, Sumbar diduga mengandung konten pornografi.

Muhamad Iskandar, salah seorang orangtua siswa SD Polisi 4 Bogor, ikut waspada “Kejadiannya hampir serupa dengan materi buku belajar bahasa Indonesia yang dulu pernah terbit di kota Bogor,” ujar Iskandar pada Edupost.id

Sebelumnya, buku mengandung unsur porno pernah didapatkan di  sekolah- sekolah SD di beberapa daerah. Dalam  buku Penjasorkes Bab V halaman 55 hingga 61 diduga mengandung isi pornografi ditemukan di Kabupaten Pasaman.

“Setiap Kepala Sekolah ataupun guru semestinya mengawasi apa bila ditemukan buku dengan materi atau kalimat bacaan yang menimbulkan asumsi porno, agar ditarik secepatnya supaya tidak diajarkan kepada anak didik” ungkap Iskandar.

Menurut Iskandar jika membaca materi, pembaca akan membayangkan hal buruk apalagi jika pembacanya ialah siswa sekolah dasar. “Seorang siswa yang berumur lebih dari 4 tahun, tentu akan memahami organ-organ tubuh manusia meskipun dengan nama organ yang disamarkan atau diganti,” katanya.

Seperti yang diketahui pada selasa (4/10) lalu, buku diduga mengandung unsur pornografi dengan bahasa vulgar ditemukan di SDN 05 dan SDN 10 Lubuk Sikaping. Dari temuan tersebut, Pemerintah Sumbar memastikan agar buku ditarik dari setiap sekolah di seluruh kabupaten/kota di Sumbar.

Sementara itu, Yudi Suharsono, Psikologi dari Universitas Muhamadiyah Malang mengatakan “Jika terdapat kata-kata yang diragukan mengandung unsur porografi, akan lebih baik menyidak dan memeriksa hasil materi lainnya,” terang Yudi.

Dalam buku pendidikan kesehatan memang ada yang khusus membahas kesehatan reproduksi, namun dengan cara yang beragam. Sekiranya jangan menjurus pada materi anak tingkat sekolah dasar.”Yang patut diwaspadai ialah kepedulian orangtua dan guru mengajari dan mengawasi peredaran setiap buku materi pada siswa, agar kasus seperti ini tidak timbul kembali,” pungkasnya. (Inan)

Check Also

Siswa SD Muhammadiyah Condong Catur Raih Juara Menulis

Siswa SD Muhammadiyah Condong Catur Raih Juara Menulis

Edupost.ID – Siswa SD Muhammadiyah Condong Catur Sleman berhasil mengukir prestasi di acara Penganugerahan Apresiasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *