Kamis , 25 Mei 2017
Home / Berita Pendidikan / Pangkas Anggaran, Mendikbud Janji Pendidikan Tetap Prioritas
Mendikbud-Larang-Sembilan-Hal-Ini-saat-MOS
Anies Baswedan

Pangkas Anggaran, Mendikbud Janji Pendidikan Tetap Prioritas

Edupost.id, Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan memastikan pengurangan anggaran tetap menjadikan pendidikan sebagai prioritas. Anggaran Pendapatan Belanja Negara Pengurangan (APBN-P) 2016 untuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) berkurang dari Rp49.232.8 Miliar menjadi Rp42.708.927.740 Miliar. Pengumuman yang diberikan pada beberapa waktu lalu di Jakarta, menyebutkan bahwa terjadi pengurangan sebesar 6,5 Triliun.

Pengurangan sebesar 6,5 Triliun tersebut tidak mengorbankan atau mengurangi program yang menjadi prioritas Pendidikan dan Kebudayaan. Sementara itu terkait dengan kegiatan yang sifatnya ekspansi pendukung, seperti pembangunan gedung baru, rencana membuat pusat pelatihan pada tahun ini semuanya akan ditunda.

“Posisi Pemerintah adalah mengawal keputusan Bapak Presiden, bahwa karena kondisi perekonomian dan lain-lain, maka anggaran belanja negara mengalami pengurangan. Kemdikbud memastikan akan mengamankan program yang menjadi prioritas. Misalnya jumlah anak usia sekolah yang meningkat, peningkatan kualitas pendidikan, tentu kita harus mengamankan penganggaran untuk meningkatkan pelayanan di sisi ini,” ungkap Mendikbud pada Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi X DPR RI, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pengurangan anggaran Pendidikan dan Kebudayaan yang disesuaikan dalam APBN-P, yakni untuk dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya di Kemdikbud sebesar Rp 2,5 Triliun, Pengawasan dan peningkatan akuntabilitas aparatur Kemdikbud sebesar 166,5 Miliar, Pendidikan Dasar dan Menengah sebesar Rp23,8 Triliun, Pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat sebesar Rp1,8 Triliun, Penelitian dan pengembangan Kemdikbud sebesar Rp1,2 Triliun, Pengembangan dan pembinaan bahasa dan sastra sebesar Rp415,6 Miliar, Guru dan tenaga kependidikan sebesar Rp11,2 Triliun, dan Pelestarian budaya sebesar Rp1,5 Triliun.

“Kebijakan untuk melakukan pengurangan anggaran dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan. Pelaksanaan kegiatan 2016 terutama yang sudah terkontrak tidak dibatalkan. Secara total mengalami pengurangan, tetapi kita dapat efisiensikan. Tidak semua tempat dikurangi semuanya, namun dengan pemilihan sebagai prioritas pendidikan dan kebudayaan sesuai dengan Nawacita, program-program yang menjadi prioritas dapat dipertimbangkan dan diamankan anggarannya,” ujarnya.

Dengan adanya penyesuaian anggaran ini justru kesempatan untuk melakukan penataan anggaran pendidikan dan kebudayaan menjadi lebih baik lagi. “Kita berharap dapat menggunakan anggaran seefisien mungkin dan penggunaan anggaran yang tidak terlalu diperlukan bisa dikurangi,” tambahnya. (Kemdikbud/Nisa)

Check Also

Kemdikbud

Bantah Larang Nonton Anime, Kemdikbud Adukan Akun Palsu

Edupost.id- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud melaporkan akun penyebar berita palsu (hoax) ke Facebook. Akun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *