Selasa , 28 Maret 2017
Home / Berita Pendidikan / PEBI, Pedoman Pengganti EYD
EYD
Ilustrasi: tulisan alfabet. (Foto: blog)

PEBI, Pedoman Pengganti EYD

Edupost.id, – Pedoman Bahasa Indonesia yang sebelumnya biasa disebut Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) berubah menjadi Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia (PEBI). Tidak banyak masyarakat yang mengetahui perubahan tersebut. PEBI sendiri sudah diputuskan melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 dan ditetapkan Tanggal 9 September 1987. Perubahan didasari bahasa yang terus berubah dan berkembang sesuai dengan kehidupan masyarakat.

Berdasarkan informasi dari Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI. Melalui permintaan ketua Gabungan V Komando Operasi Tertinggi (KOTI), rancangan peraturan ejaan tersebut dipakai sebagai bahan bagi tim Ahli Bahasa KOTI. Dalam Komite Bersama yang dikeluarkan Mendikbud tahun 1972, Mashuri, dan Menteri Pelajaran Malaysia, Hussen Onn, rancangan tersebut disetujui untuk dijadikan bahan dalam usaha bersama di dalam pengembangan bahasa nasional kedua negara.

“Maka pada hari Proklamasi Kemerdekaan tahun itu juga diresmikanlah aturan ejaan yang baru itu berdasarkan keputusan Presiden No. 57, tahun 1972, dengan nama Ejaan yang Disempurnakan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebar buku kecil yang berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, sebagai patokan pemakaian ejaan itu,” tulis Badan Bahasa Kemdikbud RI.

Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang dibentuk oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat keputusannya tanggal 12 Oktober 1972, No. 156/P/1972 (Amran Halim, Ketua), menyusun buku Pedoman Umum ini yang berupa pemaparan kaidah ejaan yang lebih luas.

Contoh PEBI yaitu dalam tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan daan nskah atau
bahan tertulis lain. “Saya belum siap,” kata Mira, “tunggu sebentar!”. Kemudian, akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata, ataupun gabungan huruf dan kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil seperti pemilu dari pemilihan umum. (Kemdikbud/Nisa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *