Rabu , 18 Januari 2017
Home / Berita Pendidikan / Pelajar Diduga Bunuh Diri, Sekolah Punya Pendapat Lain
meninggal
Ilustrasi. Meninggal

Pelajar Diduga Bunuh Diri, Sekolah Punya Pendapat Lain

Edupost.Id, Sleman – Seorang pelajar Yogyakarta yang meninggal beberapa waktu lalu diduga karena bunuh diri, diketahui merupakan siswa kelas XI Bahasa, SMA Kolese De Britto. Atas kejadian itu, pihak sekolah memiliki pendapat lain. Mereka menolak menyebut siswanya meninggal akibat bunuh diri.

Hal itu disampaikan Wakasek Humas sekolah setempat, Widi Nugroho, ketika dijumpai Edupost.Id. “Saya dan beberapa guru termasuk kepala sekolah sudah bertemu dokter forensik di RSUP Dr Sardjito, hasil pemeriksaan masih belum definitif,” ungkap Widi.

Widi juga sangat menyayangkan beragam pemberitaan yang menyebut siswanya meninggal akibat bunuh diri. Menurutnya, sebelum ada hasil pemeriksaan forensik yang definitif, sebaiknya media tidak menyebut aksi bunuh diri. “Kami masih berduka, kehilangan satu saudara kami, kami juga kaget,” imbuh Widi.

Dikatakan Widi, Martinus adalah siswa yang ceria. Di kelas, ia juga termasuk siswa yang aktif dalam mengikuti pelajaran. Pihak sekolah juga tidak menyangka, Martinus meninggal secar mendadak dan diduga bunuh diri.

Sebelum ditemukan meninggal, tidak ada tanda-tanda depresi yang lazim menyebabkan seseorang bunuh diri. Diakui sekolah, sejak tiga hari sebelum meninggal, siswa tersebut memang tidak masuk sekolah. Pihak sekolah juga tidak mengetahui secara pasti alasan Martinus tidak masuk sekolah karena tidak ada surat izin yang dikirim ke sekolah.

Pihak sekolah juga tidak berani menyimpulkan tentang adanya hubungan meninggalnya Martinus dengan alasan tidak masuk sekolah.

Sebelumnya, Martinus Javellins ditemukan tewas bersimbah darah di Makam Gorongan RT07/RW21 Condongcatur, Depok, Sleman, Jumat (18/3) sore. Dia diduga menembakkan diri menggunakan pistol hingga mengenai pelipis kanan. Berdasar informasi yang dihimpun, saat ditemukan, tubuh Martinus terduduk bersandar di sebuah dinding cungkup kuburan.

Dia masih mengenakan kaos biru dan celana pendek warna coklat. Sebuah pistol Glock warna hitam tergeletak di area perut korban dan berdekatan dengan jemari korban. Dugaan sementara, pistol itu dipakai untuk menembakkan diri mengenai kepala korban. (Andi)

Check Also

Institut Pertanian Bogor (IPB)

Pengembangan Karir Pra Wisuda IPB

Edupost.ID- Direktorat Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni (DPKHA) Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar “Studium Generale …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *