Minggu , 26 Maret 2017
Home / Berita Pendidikan / Pelaku Klithih Divonis 3 – 5 Tahun, Ibunda Korban Kecewa
pembunuhan
ilustrasi : Korban meninggal sebab aksi klithih pelajar.

Pelaku Klithih Divonis 3 – 5 Tahun, Ibunda Korban Kecewa

Edupost.ID – Proses persidangan kasus klithih yang yang menyebabkan korban jiwa meninggal dunia atas nama Adnan Wirawan Ardiyanto, siswa SMA Muhammaditah 1 Yogyakarta, telah berakhir dengan putusan pengadilan. Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bantul, Subagyo menjatuhkan vonis kepada 10 terdakwa dengan vonis 3 – 5 tahun penjara pada persidangan Jumat (13/1).

Majelis hakim menjatuhkan vonis yang berbeda-beda kepada 10 orang terdakwa penganiaya pelajar SMA Muhi Yogyakarta. Ke sepuluh terdakwa yang semuanya masih berstatus pelajar itu adalah Kevin Ian Mahendra (17), dan Emiliano Fernando D’araojo (16) divonis lima tahun penjara, sedangkan Paulus Raditya Pangestu (16) divonis empat tahun. Sementara Robbie Sutiawan Suteja (16), Stafeen layan Tara (15), Dwiki Prabowo (17), Mathias Gilbraltar Risang Timur (16), Nehemia Alensandro Setiawan (16), Calvin Benaya Namara (16), dan Demitrius Demican Wicaksono (16) masing-masing divonis tiga tahun penjara.

Menanggapi keputusan pengadilan, ibunda korban, Sri Lestari mengaku kecewa atas putusan ini. Vonis yang dijatuhkan oleh hakim dianggapnya terlalu ringan karena akibat tindakan para terdakwa, ia harus kehilangan anak lelaki satu-satunya.

“Anak saya cuma piknik. Enggak bawa apa-apa. Perbuatan (terdakwa) itu sudah direncanakan dan kriminal. Mereka membawa senjata tajam yang sudah mereka siapkan,” ujar Sri Lestari bercucuran air mata.

Vonis yang berat, bagi Sri Lestari akan memberikan efek jera bagi para terdakwa.”Semoga anakku menjadi korban yang terakhir,” harap Sri.

Selain menjatuhkan vonis, hakim Subagyo juga memutuskan, para terpidana akan menjalani hukuman di Lembaga Pembinaan
Anak (LPKA) Yogyakarta. Mereka juga harus menjalani pelatihan kerja selama 3 bulan. (Andi)

Check Also

Marak Kenakalan Remaja, Disdik Bogor: Ada Program Mentoring

Edupost.id, Bogor – Maraknya kasus kenakalan remaja membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor bertindak tegas. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *