Jumat , 24 November 2017
Home / Berita Pendidikan / Pelanggaran Hak Santri, KPAI Datangi Pesantren Al Zaytun
siswa sd ikuti pesantren kilat ramadhan
Siswa SD ikuti pesantren kilat ramadhan (foto: SDN 1 Wonogiri)

Pelanggaran Hak Santri, KPAI Datangi Pesantren Al Zaytun

Edupost.id – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), akhirnya mendatangi Pondok Pesantren AL-Zaytun Indramayu, Jawa Barat, Selasa (12/9). Hal ini terkait banyaknya laporan dugaan pelanggaran hak santri di pesantren pimpinan Panji Gumilang ini.

Retno Listyarti, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan mengatakan, KPAI mencatat adanya empat pelaporan dari masyarakat sejak April hingga Juli 2017. Pelaporan pertama yang diterima KPAI pada sekitar April 2017 terkait perlakuan diskriminasi yang dialami oleh sebagian santri yang orangtuanya pernah diberhentikan sepihak sebagai guru di Ponpes Al Zaytun. Diskriminasi dialami saat menjenguk santri yang diduga dipersulit. Meski pihak Al Zaytun sudah dipanggil KPAI, namun diskrimasi menjenguk terus terjadi.

“Pelaporan Kedua yang diterima KPAI pada sekitar Mei 2017 adalah terkait tewasnya dua santri yang tenggelam di Mahad Al-Zaytun Indramayu, serta jatuhnya seorang santri dari lantai tiga ketika sedang bertugas piket. Saat dipanggil KPAI, pihak Al Zaytun akhirnya memutuskan membuat pagar di sekitar kolam Mahad Ponpes, hal ini akan menjadi obyek pengawasan langsung KPAI nanti,” ujar Retno.

KPAI juga menerima laporan pada Juni 2017 terkait seorang santri yang dilarang ikut Ujian Nasional (UN) karena dianggap melanggar peraturan Ponpes. Selain itu juga ada dua santri yang disandera karena orangtuanya belum mampu meluasi pembayaran pendidikan. Kebetulan orangtuanya juga korban PHK sepihak manajemen Ponpes Al Zaytun.

Pada 31 Juli 2017, kata Retno, KPAI juga menerima laporan dikeluarkannya santri secara sewenang-wenang pada tahun ajaran 2017/2018, padahal sudah membayar lunas biaya pendidikan. Hal ini tentu menjadi hal utama yang akan diselesaikan KPAI dengan pihak Al Zaytun dan Kemenag Indramayu.

“Terkait seluruh pelaporan tersebut, KPAI sebagai lembaga negara yang diamanatkan UU No. 35/2014 tetang Perlindungan Anak memiliki tupoksi melakukan pengawasan langsung untuk memastikan keberlangsungan hak atas pendidikan santri yang menjadi korban kebijakan Ponpes Al Zaytun,” tegas Retno.

KPAI terlebih dahulu menemui Kepala Kantor Kementerian Agama Indramayu, selaku pengawas Ponpes, pada selasa, 12 September 2017 pagi. Selanjutnya didampingi pejabat Kakankemenag Indramayu, KPAI mengunjungi Ponpes Al Zaytun. KPAI juga bekerjasama dengan Direktur Pondok Pesantren Kementerian Agama Republik Indonesia untuk membantu koordinasi di lapangan saat pengawasan lapangan dilaksanakan. (Andi)

Check Also

stop-bullying-kekerasan

KPAI Prihatin, Ada Siswa di Jaktim Sering Dijuluki Ahok

Edupost.id – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengaku prihatin atas kasus dugaan kasus persekusi di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *