Sabtu , 21 Oktober 2017
Home / Berita Pendidikan / Pelecehan Siswa TK Mexindo Bogor, KPAI Datangi Sekolah Korban
Korban kekerasan seksual anak
Ilustrasi. Korban kekerasan seksual anak

Pelecehan Siswa TK Mexindo Bogor, KPAI Datangi Sekolah Korban

Edupost.id – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) telah mendatangi TK Mexindo Bogor terkait dugaan kekerasan seksual yang menimpa salah satu siswi. QZ (4,5), siswi sekolah TK Mexindo diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh salah satu oknum penjaga sekolah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial U.

“Dugaan kekerasan seksual ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak Polresta Bogor. Kasus yang menyita perhatian public ini memicu keprihatinan banyak pihak. Terkait kasus ini, KPAI bersama LPSK pada Rabu, 23 Agustus 2017 mendatangi sekolah Mexindo, mengunjungi korban, saksi dan ibunya, bahkan menemui P2TP2A Bogor untk mengetahui perkembangan hasil pendampingan psikologi pada korban,” terang Retno Listyarti, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Kamis (24/8).

Baca juga: Korban Pelecehan TK Mexindo Bogor Dipindahkan ke Sekolah Lain

Pada kunjungannya ke sekolah korban, KPAI menanyakan kronologis penanganan pengaduan orangtua korban terkait dugaan kekerasan seksual di sekolah tersebut. Pihak sekolahpun menjhawab secara runut.

“Namun sekolah memang menunggu dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan di Polresta Bogor. Secara umum, prosedur penanganan kasusnya cukup baik dan sekolah juga merespon cepat pengaduan tersebut. Pihak sekolah juga cukup kooperatif dalam memberikan keterangan kepada pihak kepolisian, maupun kepada KPAI dan LPSK,” ujar Retno.

Selain menemui pihak sekolah, KPAI dan LPSK berkesempatan bertemu korban beserta ibunya, dan saksi. Terungkap kemudian bahwa yang memviralkan kasus ini melalui media sosial bukan ibu korban, tetapi pihak lain yang tidak pernah meminta izin juga kepada ibu korban untuk melakukan hal itu.

“Ibu korban juga merasa tak nyaman dengan perkembangan terakhir ini setelah viral. Yang diviralkan tak hanya curhatan ibu korban di akun facebooknya, tetapi juga video tentang korban. Berkaitan dengan hal ini, KPAI akan berkoordinasi dengan Kemeninfo RI untuk melakukan pemblokiran demi melindungi kepentingan dan keselamatan korban sebagai anak,” imbuh Retno. (Andi)

Check Also

Ditonton Anak dan Remaja, KPAI Minta Stop Iklan Rokok

Ditonton Anak dan Remaja, KPAI Minta Stop Iklan Rokok

Edupost.id – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto, meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *