Jumat , 20 Oktober 2017
Home / Berita Pendidikan / Pemerhati UGM: Full Day School untuk Pembentukan Karakter
siswa SD
Ilustasi. Siswa SD

Pemerhati UGM: Full Day School untuk Pembentukan Karakter

Edupost.id – Gagasan full day school yang pernah dilontarkan Mendikbud Muhadjir Effendy terus menuai pro dan kontra. Sejumlah pihak menentang keras ide tersebut. Namun, ada kalangan yang menilai hal tersebut layak diterapkan karena untuk meminimalkan terpaan negatif yang berasal dari lingkungan luar sekolah.

Pemerhati kebijakan publik UGM, Muhadjir Darwin termasuk yang mendukung gagasan tersebut. Ia menilai positif wacana tersebut karena dapat diterapkan untuk pendidikan karakter anak. Terlebih, melihat kondisi bangsa saat ini yang menunjukkan adanya degradasi dan krisis moral di kalangan generasi muda.

“Gagasan full day school ini layak diterapkan untuk meminimalkan terpaan negatif yang berasal dari lingkungan luar sekolah. Anak-anak kegiatannya menjadi lebih terarah saat di sekolah,  mendapat pendidikan serta penguatan karakter,” paparnya.

Muhadjir menjelaskan bahwa program full day school ini sudah banyak diterapkan di banyak negara seperti Amerika Serikat, Jepang, dan China. Hasilnya pun menunjukkan hal positif bagi perkembangan karakter anak. Dia mencontohkan anak-anak di China bersekolah sampai sore dan menginap di asrama. Mereka baru akan pulang seminggu sekali. “Banyak muncul atlet-atlet bagus dari China, salah satunya karena dengan pendidikan full day scholl bisa mendeteksi bakat-bakat alami anak melalui jalur pendidikan,” tutur dosen FISIPOL UGM ini.
Di Indonesia, program full day school ini telah diterapkan di sejumlah sekolah swasta. Hal ini telah berlangsung dalam beberapa dasawarsa terakhir. “Program full day school ini bagus, tetapi dalam penerapannya harus dilakukan secara matang,” tandasnya. Program full day school ini dikatakan Muhadjir,  nantinya dapat diujicobakan di beberapa sekolah negeri terutama di wilayah perkotaan yang memiliki kelengkapan sarana prasarana memadai. Selain itu, dengan program ini dapat membantu kesulitan orang tua di perkotaan yang umumnya bekerja seharian.
“Orang tua memiliki kesibukan pekerjaan sampai sore. Dengan full day school anak selepas sekolah pukul 1 akan mengikuti ekstrakurikuler dan pulang bersamaan dengan orang tua, tidak langsung pulang tanpa pengawasan dari keluarga maupun sekolah,” paparnya.
Dalam pelaksanaannya, kembali ditegaskan Muhadjir, sekolah diharapkan tidak memberikan tambahan pelajaran bagi anak. Namun, full day school dijalankan sesuai dengan arahan Mendikbud yaitu pemberian jam tambahan untuk kegiatan ekstrakulikuler. Misalnya, keterampilan, budi pekerti, olahraga, seni budaya dan lainnya. “Dengan begitu, hak-hak anak tidak akan berkurang. Mereka dapat bermain dan berkreativitas dalam kegiatan ekstrakurikuler ini,” terangnya. (UGM/IK-SS)

Check Also

UGM Pertahankan Gelar Juara Kontes Robot Terbang Indonesia

UGM Pertahankan Gelar Juara Kontes Robot Terbang Indonesia

Edupost.id – Tim robot terbang UGM, Gamaforce, kembali berhasil mempertahankan gelar juara umum pada ajang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *