Kamis , 14 Desember 2017
Home / Berita Pendidikan / Pendidikan SMK Harus Perhatikan Kualitas Lulusan
Lulusan SMK Seni Punya Peluang Kerja yang Luas
Lulusan SMK Seni Punya Peluang Kerja yang Luas

Pendidikan SMK Harus Perhatikan Kualitas Lulusan

Edupost.id – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Totok Suprayitno mengingatkan bahwa perkembangan pendidikan menengah kejuruan tidak cukup dilihat dari segi kuantitas, tetapi juga memperhatikan kualitas lulusan.

“Sekarang ini tidak saatnya lagi menilai pendidikan dari segi kuantitas siswa atau satuan pendidikan. Kualitas pendidikan lebih tepat dilihat dari kompetensi para lulusan yang dihasilkan dan serapan mereka di dunia kerja. Artinya, kompetensi lulusan menjadi barometer kualitas pendidikan,” ucapnya.

Untuk itu, Totok mengapresiasi rancangan revisi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk pendidikan menengah kejuruan. Dengan adanya SKL SMK/MAK yang baru, Totok berharap kompetensi lulusan SMK/MAK dapat memenuhi tuntutan dunia usaha dan industri. Menurutnya, rumusan kompetensi tersebut memperhatikan tiga kompetensi utama yang mencakup learning skills, adaptability competence dan job specific skills.

“Lulusan SMK/MAK tidak hanya disiapkan secara khusus untuk memenuhi keterampilan bekerja (job specific skills ), tetapi juga harus dibekali dengan keterampilan belajar ( learning skills ) dan kemampuan menyesuaikan diri atau adaptability competence,” ucap Totok.

Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Bambang Suryadi menyampaikan, pendidikan SMK merupakan terminal program yang lulusannya disiapkan untuk memasuki dunia kerja. Oleh karena itu selama proses pendidikan mereka harus dibekali dengan kompetensi sesuai tuntutan dunia kerja.

Sebaliknya, lulusan SMA disiapkan untuk meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Meskipun pada kenyataannya, justru lulusan SMA yang banyak diserap di dunia kerja dibanding lulusan SMK.

“Tantangan lulusan SMK sangat berat dan ini menjadi tanggungjawab kita bersama untuk menyiapkan lulusan yang terampil dan berdaya saing,” ucap Bambang.

Menurut Bambang standar kompetensi lulusan SMK ini selain memiliki implikasi terhadap kurikulum dan buku teks pelajaran, juga memiliki implikasi terhadap uji kompetensi siswa SMK. Oleh karena itu, perlu ada penyelarasan antara materi yang dipelajari para siswa SMK dan materi uji kompetensi yang dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).  (Andi)

Check Also

Lulusan SMK Seni Punya Peluang Kerja yang Luas

237 SMK Terima Sertifikat Lisensi LSP-P1

Edupost.id – Sebanyak 237 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menerima Sertifikat Lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak 1 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *