Jumat , 24 Maret 2017
Home / Berita Pendidikan / Permen Jari Merajalela, Ini Cara Efektif Antisipasinya
Permen Jari Merajalela, Ini Cara Efektif Antisipasinya
Permen Jari Merajalela, Ini Cara Efektif Antisipasinya (foto: Blogspot)

Permen Jari Merajalela, Ini Cara Efektif Antisipasinya

Edupost.id- Beredarnya permen Jari yang sempat menjadi perbincangan akhir-akhir ini, menambah keresahan para orangtua. Bentuk antisipasi serta pencegahan, sangat diperlukan sebelum keberadaannya mulai merajalela sampai ke pelosok desa.

Dwi Hastuti, seorang pakar Pengasuhan Anak di Institute Pertanian Bogor IPB memberikan antisipasi bagi para orangtua yang mulai cemas dengan jajanan berbahaya tersebut. “Untuk anak di usia SD orangtua harus mempunyai upaya melindungi dan menjaga agar anak tidak konsumsi makanan sembarang,” ungkapnya kepada Edupost.id.

Selain pemerintah, ada baiknya orangtua juga harus lebih cermat memberikan kepedulian terhadap anak. Di usia yang masih belia, anak belum dapat memilih dan memutuskan sendiri mana makanan yang baik menurut cirinya dan mana makanan yg buruk.

Dwi Hastuti juga menambahkan bahwa langkah efektif mencegah hal tersebut ialah dengan berdiskusi dengan anak, “Cara yang paling efisien dalam menanggapi kasus tersebut yaitu dengan komunikasi, menjelaskan, berdiskusi dengan anak sebagai budaya dan kebiasaan dalam tumbuh kembang anak,” jelas Hastuti

Sejauh ini bukan hanya permen jari yang patut diwaspadai namun juga yang lainnya. Meskipun kemasannya terlihat unik dan rasanya juga lezat menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak sangat penting, selain memeriksa kemasannya, orangtua juga dihimbau untuk melihat kondisi fisik anak secara teratur. Jangan serta merta membebaskan anak memilih makanan sendiri, kebersihan dan pola hidup teratur dapat mengurangi kekhawatiran orangtua.

“BPOM dan kemenkes serta dinkes harus bekerja optimal serta menerapkan pengawasan untuk  memberi pengetahuan lebih luas dan aktif, mendampingi, mengontrol peredaran  makanan dan minuman termasuk pengawsan bahan bakunya, hingga sampai ke daerah pelosok desa” pungkas Hastuti

Peredaran permen jari tersebut ada di kecamatan Ciledug, kecamatan larangan dan tengah. Hingga rabu ini (12/10), Investigasi oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan BPOM terus digerakan tidak hanya di kawasan Tangerang saja namun seluruh kawasan di Indonesia.

(Inan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *