Rabu , 20 Juni 2018
Home / Berita Pendidikan / Peserta SBMPTN Capai 700 Ribu, Ini Strategi agar Diterima !
SBMPTN 2016 di panlok IPB
SBMPTN 2016 di panlok IPB

Peserta SBMPTN Capai 700 Ribu, Ini Strategi agar Diterima !

Edupost.id – Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) telah ditutup. Jumlah peserta SBMPTN 2018 telah jauh melampaui pendaftar tahun 2017 lalu yakni 797.023 orang. Bagaimana menyiasati persaingan ketat ini?

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemristekdikti Prof. Intan Akhmad memberikan beberapa tips untuk menyiasati ketatnya persaingan SBMPTN.

“Kami menyarankan agar peserta memilih tiga prodi yang memiliki tingkat keketatan berbeda agar peluang diterima lebih baik,” ungkap Intan.  Ia juga menyarankan untuk memilih prodi dari perguruan tinggi negeri 

“Tingkat keketatan prodi setiap PTN pasti akan berbeda. Misal tingkat persaingan kedokteran di kampus x tentu akan berbeda dengan kampus y atau kampus z,” tambah Intan seperti dikutip dari laman dikti.

Saran lain adalah untuk sungguh-sungguh memanfaatkan waktu untuk belajar sampai satu hari menjelang ujian. Pastikan juga peserta telah mengetahui lokasi ujian. Jaga kesehatan dan jangan lupa berdoa, tambah Intan.

Jumlah peserta SBMPTN tahun ini terdiri dari 3 kelompok ujian; kelompok ujian Saintek sebanyak 326.137, Soshum sebanyak 341.693 peserta dan 149.427 peserta kelompok Campuran.

Dalam pendaftaran, peserta dapat memilih sebanyak-banyaknya tiga program studi (prodi). Bila prodi dipilih semua dari kelompok Saintek maka peserta akan mengikuti ujian Saintek. Demikian pula bila peserta memilih ketiga prodi bidang Soshum maka ia akan mengikuti ujian bidang Soshum. Tetapi bila peserta memilih prodi Saintek dan Soshum maka ia akan mengikuti ujian Campuran.

Jadwal ujian SBMPTN akan dilaksanakan pada 8 Mei 2018 dan hasilnya akan diumumkan serentak tanggal 3 Juli 2018 pukul 17.00.

 

Check Also

smartphone android

Siap-siap, Tahun 2019 Ujian SBMPTN Gunakan Smartphone

Edupost.id – Inspektur Jenderal Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Jamal Wiwoho menyebut, tahun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=