Rabu , 25 April 2018
Home / Berita Pendidikan / PHK Sepihak 116 Guru, Ponpes AL-Zaytun Digugat Rp 13 Milyar
Pondok Pesantren Al-Zaytun Indramayu
Pondok Pesantren Al-Zaytun Indramayu

PHK Sepihak 116 Guru, Ponpes AL-Zaytun Digugat Rp 13 Milyar

Edupost.id – Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak yang dialami oleh 116 Guru Pondok Pesantren Al-Zaytun Indramayu akhirnya berakhir di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Dalam Sidang perdana berlangsung hari ini, Senin (12/2) di PHI PN Kelas IA Khusus Bandung, Pesantren Pimpinan Panji Gumilang ini digugat sekitar Rp 13 Milyar.

“Kami sudah mengajukan dialog ke pimpinan Ponpes Al Zaytun, tetapi ditolak. Kami bersama Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) juga sudah berjuang ke Inspektorat Kementerian Agama, Kantor Kementerian Agama wilayah Indramayu, bahkan ke Kementerian Tenaga Kerja, baik pusat maupun daerah. Namun, semua menemui jalan buntu,” ujar Mustakim, salah satu penggugat, melalui siaan pers yang diterima Edupost.id, Senin (12/2).

Kasus ini bermula dari tindakan PHK oleh Pondok Pesantren Al-Zaytun Indramayu kepada 116 guru di pesantren tersebut. Para guru ini yang telah mengabdi selama 17 tahun ini mengaku mengalami PHK tanpa mendapat pesangon sedikitpun. Setelah gagal mendapat keadilan melalui perjuangan panjang, mereka akhirnya mendaftarkan gugatan ke PHI Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A khusus Bandung.

“PHI tinggal satu-satunya harapan kami, semoga majelis hakim PHI akan memberikan keputusan yang adil bagi Kami. Sidang perdana dihadiri oleh 100 dari 116 guru penggugat,” jelas Sarju, juga salah satu penggugat.

Para penggugat ini didampingi enam pengacara publik dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung. Keenam pengacara dari pihak penggugat adalah Hardiansyah, S.H. M.H., Willy Hanafi, S.H., Asaad Ahmad, S.H., Asriyadi Tanama, S.H., M. Irfan Alghifari, S.H., dan Riefqi Zulfikar, S.H. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=