Selasa , 21 November 2017
Home / Berita Pendidikan / Polisi Harus Tindak Pabrik Mercon yang Pekerjakan Anak-anak

Polisi Harus Tindak Pabrik Mercon yang Pekerjakan Anak-anak

Edupost.id – Insiden kebakaran pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang beberapa waktu lalu, telah menewaskan 40 lebih orang termasuk sejumlah pekerja di bawah umur. Terkait hal ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak pihak berwenang melakukan investigasi lanjutan terkait banyaknya pekerja anak yang menjadi korban tewas dalam insiden ini.

Komisioner KPAI, Retno Listyarti menegaskan, KPAI akan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan Disnaker agar segera menindak pabrik yang mempekerjakan anak di bawah umur. KPAI mendorong investigasi lanjutan untuk memastikan adanya anak-anak yang dipekerjakan di pabrik itu.

“KPAI sudah turun Jumat lalu dan itu sudah koordinasi dengan kepolisian dan RS. Ternyata ada sejumlah pekerja anak di sana. Tentu saja prihatin dengan pola rekrutmen pabrik ternyata mempekerjakan anak,” ujarnya.

Diketahui, pekerja anak di pabrik kembang api tersebut dipekerjakan di bagian packing dengan gaji yang minim, rata-rata Rp 40-50 ribu. Parahnya, mereka bekerja layaknya orang dewasa dengan jam kerja dan target seperti orang dewasa. Tentunya, anak-anak ini tidak mendapat hak belajhar di sekolah.

Komisioner KPAI Retno Listyarti menduga masih banyak pekerja anak yang dipekerjakan perusahan di wilayah sekitar dengan jaminan keamanan dan upah rendah. Meski mengaku kecolongan dengan banyaknya pekerja anak di pabrik petasan tersebut, KPAI akan terus melakukan pengawasan dan mendorong instansi terkait melakukan investigasi lanjutan.

“Karena konon pengawasan hanya dilakukan 22 orang Pemprov Banten dari 5.000 pabrik. Ini kan tidak berimbang sehingga kecolongan. Kalau KPAI hanya pengawasan dan kami akan terus melakukan itu,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *