Rabu , 29 Maret 2017
Home / Berita Pendidikan / PPDB, 232 Pemegang KMS Tak Bisa ke Sekolah Negeri
Ujian Nasional (UN)
Siswa mengikuti ujian nasional (UN)

PPDB, 232 Pemegang KMS Tak Bisa ke Sekolah Negeri

Edupost.id – Proses verifikasi data Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Yogyakarta tahun 2016 jalur Kartu Menuju Sejahtera (KMS) sudah berakhir. Sebanyak 232 pemegang KMS memiliki kemungkinan tak bisa diterima di sekolah negeri. Hal itu terjadi karena jumlah pemegang KMS yang mendaftar PPDB 2016 melebihi kuota.

Jumlah itu terdiri dari 176 pendaftar jenjang SMP, 5 pendaftar jenjang SMA, dan 51 pendaftar SMK. Ketua PPDB Kota Yogyakarta, Samiyo menjelaskan pada hari terakhir verifikasi pendaftaran PPDB tercatat ada 1.041 pendaftar SMP jalur KMS dengan kuota 865 siswa. Untuk jenjang SMA Negeri, terdapat 151 pemegang KMS yang akan memperebutkan 146 kursi. Sedang di jenjang SMK, ada 875 pemegang KMS yang memperebutkan 824 kursi.

Namun demikian, menurut Samiyo, jumlah pemegang KMS yang terlempar belum bisa dipastikan. Sebab saat ini proses daftar ulang belum dilakukan. Daftar ulang yang akan dilaksanakan pada 20-21 Juni 2016 baru akan menentukan dengan pasti terkait nama dan jumlah pemegang KMS yang terlempar.

“Jika sampai pada batas waktu itu tidak daftar ulang, maka dianggap mengundurkan diri,” ujar Samiyo.

Samiyo menambahkan, para pemegang KMS yang sudah pasti terlempar masih memiliki kesempatan masuk ke sekolah negeri, tapi harus masuk ke kabupaten terdekat. Kalaupun tidak memungkinkan masuk ke sekolah negeri, siswa tersebut bisa memilih sekolah swasta dengan tetap mendapat jaminan biaya pendidikan dari Pemkot Yogyakarta.

“Untuk jenjang SMP swasta, jaminan pendidikan yang diberikan untuk pemegang KMS mencapai Rp 2,5 juta per tahun. Untuk jenjang SMA swasta, jaminan pendidikannya Rp 3,5 juta per tahu, dan SMK swasta sendiri sebesar Rp 4,5 juta per tahun,” terang Samiyo. (Andi)

Check Also

siswa-SMA

PPDB MAPK Dibuka Online Mulai 6 Februari

Edupost.ID – Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) akan dibuka secara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *