Sabtu , 25 November 2017
Home / Berita Pendidikan / PPDB, Dua SD di Sleman Lakukan Pelanggaran
Ujian Nasional Sekolah Dasar. foto : ANT

PPDB, Dua SD di Sleman Lakukan Pelanggaran

Edupost.id, Yogyakarta – Dua SD di Kabupaten Sleman diduga melakukan praktek pelanggaran dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2016. Berdasarkan laporan masyarakat yang diterima Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY, kedua sekolah ini memberlakukan tes masuk kepada calon siswa pada PPDB 2016. Kedua sekolah ini adalah SD Model dan SD Percobaan Pakem Sleman.

“Untuk SD Model dan SD Percobaan Pakem, calon siswa SD ditest, padahal ketentuannya indikator penerimaanya adalah usia anak, dan sekolah tidak boleh melakukan test masuk,” terang Budhi Masturi, kepala Perwakilan ORI DIY Rabu (22/6).

Mendapat laporan ini, ORI DIY telah melakukan investigasi di lapangab. Hasilnya, kedua sekolah ini terkonfirmasi melakukan pelanggaran. “Adapun untuk PPDB SD yang ditest, tidak berdasarkan umur, ORI DIY sudah melakukan investigasi dan temuan tersebut terkonfirmasi, sehingga kita sudah bisa sebutkan sekolahnya,” imbuh Budhi.

Untuk mendalami kasus pelnggaran ini, ORI DIY berrencana akan mendatangi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sleman. Tim ORI DIY akan menemui kepala Disdikpira Sleman, Arif Haryoni pada Kamis (23/6) untuk meminta penjelasan.

Selain laporan pelanggaran tes masuk, ORI DIY juga telah menerima laporan adanya pungutan di sejumlah sekolah lain. Budhi masih belum bersedia untuk menyebut identitas sekolah itu. Ia hanya menyebut, pelanggaran ini terjadi salah satu SMP swasta di Kota Yogyakarta, dan SMA Negeri di Wonosari, Gunung Kidul.

“Untuk pungutan, salah satu SMP swasta memungut 300 ribu untuk pengambilan ijasah. Karena kami belum klarifikasi maka untuk pungutan kami belum bisa buka nama sekolahnya,” katanya. (Andi)

Check Also

siswa-SMA

PPDB MAPK Dibuka Online Mulai 6 Februari

Edupost.ID – Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) akan dibuka secara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *