Kamis , 19 Oktober 2017
Home / Berita Pendidikan / PPK, Intrakurikuler dan Kokurikuler Tidak Muncul
sekolah alam
Sekolah alam ( foto: SA Duri)

PPK, Intrakurikuler dan Kokurikuler Tidak Muncul

Edupost.id – Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) kembali angkat bicara terkait polemik penerapan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan program 40 jam belajar seminggu. FSGI menilai, PPK justru dipersempit dengan kegiatan ekstrakurikuler yang membuat jam sekolah harus ditambah.

Sementara penerapan PPK dalam kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler tidak muncul sama sekali. Bahkan dalam sosialisasi kurikulum 2013 edisi revisi tidak pernah disinggung sama sekali. Padahal kurikulum 2013 edisi revisi ini jadi salah satu implementasi dari PPK.

“Ketika PPK sekarang di klaim sebagai “obat baru no 1” serta di paketkan dengan kebijakan 5 hari sekolah dan akan dipaksakan melalui perpres, maka akan membawa kita ke perhitungan untung rugi dan kecurigaan adanya sebuah proyek,” kata Wakil Sekjend FSGI, Fahriza Marta Tanjung, Senin (14/8).

Penerapan program ini juga terkesan terburu-buru, karena banyak pihak yang menolak dan merasa tidak diajak bicara. Penjelasan tentang implementasi PPK dalam lima hari sekolah juga datang terlambat ketika kegaduhan sudah meluas.

Bahkan penjelasan yang idealis dan teoritis semakin memicu kritikan, dan praktis tidak mengakomidir Madrasah Diniyah (Madin). Harus diakui keberadaan Madin di sebagian besar wilayah Indonesia telah menyumbang cukup banyak karakter bangsa.

“Kesan panik tim PPK juga tidak bisa ditepis manakala rancangan perpres memposisikan Madin sebagai sebuah Ekstrakurikuler. Ini harus dihentikan karena arena bisa jadi nanti akan muncul istilah Madin sistem Block, seperti ketika Pramuka wajib tidak dapat dilaksanakan kemudian dimunculkan istilah ekskul pramuka system block yang dapat dilakukan hanya seminggu di awal tahun pelajaran,” ujar Satriwan Salim, Pengurus SEGI Jakarta. (Andi)

Check Also

guru

Tanpa Pelatihan Guru, Pemerintah Tak Berhak Lakukan UKG

Edupost.id – Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) meminta pemerintah tidak boleh hanya melakukan uji kompetensi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *