Minggu , 22 Oktober 2017
Home / Berita Pendidikan / Presiden Perlu Cepat Atasi Kontroversi Lima Hari Sekolah
12-Alasan-Orangtua-Wajib-Sekolahkan-Anak-di-SDIT
Suasana Kelas SDIT. (Foto: neenarinaoktavani)

Presiden Perlu Cepat Atasi Kontroversi Lima Hari Sekolah

Edupost.id – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Presiden Joko Widodo segera mengambil langkah cepat dan tepat atas kontroversi kebijakan 5 hari sekolah. Ini semata-mata untuk kepentingan terbaik bagi anak dan menjaga dampak negatif dari berlarut-larutnya kontroversi kebijakan dimaksud.

Ketua KPAI, Susanto, menambahkan, kebijakan peneragaman 5 hari sekolah bertentangan dengan semangat otonomi daerah dan otonomi pendidikan bagi sekolah-sekolah. Karena sesuai UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 51 (1), yang menegaskan bahwa masing-masing sekolah/madrasah memiliki otonomi penuh untuk mengatur/memilih model masing-masing sekolah termasuk lama belajar.

KPAI juga mendorong pemerintah memberikan ruang keterlibatan orangtua dan masyarakat dalam mengawal penyelenggaraan pendidikan yang ramah anak. Penyamarataan jam belajar untuk membiarkan anak menetap lebih lama di sekolah melanggar hak orang tua atau wali untuk memiliki waktu yang seimbang bertemu dengan anaknya sendiri atau bahkan waktu interaksi anak di luar jam belajar dengan teman sebaya.

“Keterlibatan orangtua dan masyarakat dalam mengawal penyelenggaraan pendidikan yang ramah anak merupakan kebutuhan fundamental. Maka, KPAI mendorong partisipasi aktif orangtua dan masyarakat untuk menciptakan kondisi dan kultur pendidikan yang ramah anak,” ujar Susanto.

Tidak hanya itu, KPAI juga mendorong pemerintah untuk berkonsentrasi memenuhi delapan standar nasional pendidikan sehingga pemerataan fasilitas, sarana dan prasarana, pendidik yang berkualitas dan ramah anak dapat terpenuhi.

“Pendidik yang ramah anak merupakan prasyarat agar sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk semua anak,” imbuh Susanto. (Andi⁠⁠⁠⁠

Check Also

Ditonton Anak dan Remaja, KPAI Minta Stop Iklan Rokok

Ditonton Anak dan Remaja, KPAI Minta Stop Iklan Rokok

Edupost.id – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto, meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *