Sabtu , 21 Januari 2017
Home / Berita Pendidikan / Puluhan Guru DIY Berlatih Buat Media Pembelajaran Interaktif
pelatihan guru diy membuat media pembelajaran interaktif
Pelatihan guru DIY membuat media pembelajaran interaktif

Puluhan Guru DIY Berlatih Buat Media Pembelajaran Interaktif

Edupost.id – Sebanyak 60 guru dari berbagai jenjang di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, (3/8) mengikuti workshop pembuatan media pembelajaran di kampus Amikom Yogyakarta. Workshop hasil kerjasama Ikatan Guru Indonesia (IGI) Daerah Bantul dan Amikom ini mengajak para guru untuk belajar membuat media pembelajaran interaktif menggunakan power point.

“Hari ini kita ada pelatihan pembuatan media pembelajaran interaktif menggunakan power point. Kita sengaja menggunakan media power point, karena sesungguhnya media itu belum termanfaatkan dengan baik,” ujar Sabjan Badio, Wakil Ketua IGI Daerah Bantul.

Dikatakan Sabjan, selama ini para guru kebanyakan hanya menggunakan power point sebatas memindahkan teks dari word. Padahal, menurut Sabjan, dengan power point para guru seharusnya bisa menyajikan materi dengan lebih menarik dan kreatif, sehingga siswa tidak bosan. Untuk itulah, pihaknya mengangkat power point sebagai materi workshop.

Power point, menurt Sabjan, sudah menjadi program presentasi yang sangat familiar di kalangan guru. Guru biasanya lebih banyak menggunakan program ini dalam menyajikan materi di kelas. Penguasaan yang lebih baik terhadap program ini tentunya akan sangat membantu para guru dalam membuat materi presentasi.

“Kita pilih power point, yang akrab dengan kita, kita sudah gunakan, tinggal mengembangkan saja. Kita tidak belajar dari awal, hanya pengembangannya,” imbuh Sabjan.

Usai workshop, para peserta diharuskan menghasilkan karya berdasarkan materi yang sudah didapat. Panitia memberikan waktu selama satu minggu kepada para peserta untuk membuat karya. Setelah karya terkumpul, mereka baru akan mendapat sertifikat.

Ketua IGI Daerah Bantul, Dra.Lucia Tri Camaradini menambahkan, pihaknya saat ini tengah fokus meningkatkan kompetensi guru di Kabupaten Bantul. Menurutnya, saat ini guru harus memiliki kompetensi dan karya yang baik, seperti di bidang menulis maupun teknologi informasi.

Diakuinya, belum semua guru di Bantul memiliki kompetensi yang mendalam di bidang teknologi informasi. Umumnya, para guru senior justru enggan untuk memperdalam kompetensi yang dimiliki. Sehingga, ke depan IGI Bantul akan lebih banyak membangun kompetensi bagi guru muda yang memiliki semangat tingggi.

“Di sekolah saya masih jauh (dalam pemakaian teknologi informasi), pemakaian power point ya hanya sebatas itu – itu saja. Saya kira di sekolah lain juga tidak jauh berbeda,” ujar Camara yang juga guru SMK Putratama Bantul ketika ditanya mengenai kompetensi guru Bantul di bidang teknologi informasi. (Andi)

Check Also

siswa SD

Sekolah Dilarang Tarik Pungutan, Beri Ruang Sama untuk Siswa Miskin

Edupost.ID – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim mengatakan, IGI …

One comment

  1. Selamat belajar para guru. Selamat berjuang IGI Bantul. 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *