Minggu , 22 Juli 2018
Home / Berita Pendidikan / Pustaka Widyatama Akui Terbitkan Buku Anak Berkonten LGBT

Pustaka Widyatama Akui Terbitkan Buku Anak Berkonten LGBT

Edupost.id – Penerbit Pustaka Widyatama meminta maaf dan mengakui telah menerbitkan buku berjudul “Balita Langsung Lancar Membaca” dengan metode BSB (Bermain Sambil belajar). Buku karya Intan Noviana dan Purnama Andri Murdapa ini diduga mengandung unsur kampanye LGBT.

Permintaan maaf ini disampaikan langsung oleh perwakilan penerbit yang berkantor di Yogyakarta itu ketika mendatangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Jumat (29/12). Penerbit mengakui bahwa terjadi kesalahan pada konten/isi buku tersebut yang tidak Layak untuk diterbitkan.

“Penerbit Pustaka Widyatama menyampaikan permintaan maaf dan mengakui bahwa terjadi kesalahan pada konten/isi buku tersebut yang tidak Layak untuk diterbitkan. Ini murni kesalahan pihak editor penerbit yang lalai mengoreksi detail isi buku halaman demi halaman,” terang Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, Sabtu (30/12).

Atas kesalahan tersebut, penerbit Pustaka Widyatama sudah melakukan penarikan buku sejak terjadi komplain dari pembaca pada 2011 hingga 2012. Semenjak penarikan buku tersebut, Pustaka Widyatama sudah tidak memproduksi dan mengedarkan buku tersebut, bahkan Intan dan Andri sudah tidak lagi menjadi penulis di Pustaka Widyatama.

Penerbit menyatakan kepada KPAI bahwa halaman buku yang diunggah ke media sosial pada Desember 2017 dipastikan adalah buku lama yang sudah ditarik di pasaran. Namun karena buku sudah terlanjur dibeli oleh orangtua maka penerbit sulit menarik, kecuali orangtua mengembalikan buku yang dibelinya ke penerbit untuk dihancurkan.

Untuk itu penerbit menghimbau, apabila saat ini masih ditemui buku tersebut di pasaran, maka penerbit memohon untuk ditarik dan dikembalikan ke penerbit. Untuk yang sudah terlanjur dibeli perorangan, penerbit bersedia membeli kembali untuk dihancurkan.

Penerbit juga mengaku sudah melakukan komunikasi dengan penulis, dan penulis juga siap jika dipanggil ke KPAI. Untuk itu, KPAI akan mengirimkan surat panggilan kepada Intan Noviana dan Purnama Andri Murdapa, mengingat Intan Noviana sangat produktif menulis buku untuk Balita Belajar Membaca.

“KPAI akan meminta penulis membawa buku-bukunya yang lain, karena khawatir masih terselip kata-kata yang serupa dengan konten yang tidak layak. Pemanggilan direncanakan pertengahan Januari 2017,” lanjut Retno.

Sebelumnya, KPAI menerima laporan buku pelajaran berjudul “ Balita Langsung Lancar Membaca” dengan metode BSB (Bermain Sambil belajar) yang diduga kuat mengandung unsur LGBT. Dalam buku terbitan Pustaka Widyatama ini, terdapat kalimat “Opa bisa jadi waria, Fafa merasa dia wanita, Ada waria suka wanita. (Andi)

Check Also

Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan

UAD Jadi PTS Terbaik 2018 Versi SINTA

Edupost.id – Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Kasiyarno mengatakan, kampusnya telah menjadi Perguruan Tinggi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=