Rabu , 14 November 2018
Home / Berita Pendidikan / Ribuan Guru Honorer di Cianjur Lanjutkan Aksi Mogok hingga Pekan Depan
Ilustrasi. Aksi guru honorer menuntut kesejahteraan dan status pegawai negeri sipil. dok. rol

Ribuan Guru Honorer di Cianjur Lanjutkan Aksi Mogok hingga Pekan Depan

Edupost.id – Ribuan guru honorer di Cianjur, Jawa Barat mengaku akan menggelar aksi mogok hingga pekan depan. Para guru honorer ini akan terus mogok mengajar hingga tuntutan mereka dikabulkan Pemkab Cianjur.

“Aksi mogok ini tidak berakhir pekan ini, tetapi akan terus berlanjut di pekan depan, selama tuntutan kami tidak dikabulkan,” ujar Ketua Forum Honorer Cianjur, Magfur, di Cianjur,(19/10) , seperti dilansir Antara.

Para guru honorer tersebut datang dari 10 kecamatan di Cianjur selama beberapa hari terakhir ini. Namun, hingga saat ini dinas terkait di Pemkab Cianjur, belum merespon aksi tersebut. Bahkan kejelasan tuntutan mereka terkait legalitas berupa pemberian Surat Keputusan (SK), hingga saat ini belum mendapat titik terang sesuai janji Pemkab Cianjur.

Magfur mengungkapkan, pihaknya sempat menanyakan terkait sejauh mana SK tersebut diproses, namun tidak ada kepastian yang diberikan Pemkab Cianjur. “Saat pertemuan pada September 2018, disepakati dalam 15 hari atau sampai 15 Oktober 2018 sudah harus selesai. Minimalnya memberikan kejelasan prosesnya sejauh mana,” tandasnya.

Akibat aksi mogok tersebut, proses belajar mengajar di 10 kecamatan berjalan tidak maksimal. Sebagian besar siswa hanya bermain di dalam maupun di luar kelas. Hal tersebut seperti yang disampaikan Kepala SDN Ciseureuh, Kecamatan Sindangbarang, Subarjah yang merasa berat karena harus memberikan pelajaran bagi ratusan siswa dari seluruh kelas padahal hanya ada dua orang guru.

“Baru beberapa hari saja kami dan orang tua murid sudah resah karena selama ini, hanya dua guru PNS salah satunya saya. Kami kewalahan harus memberikan materi untuk enam kelas,” ucapnya.

Namun, dia tidak dapat melarang aksi mogok yang dilakukan guru honorer tersebut karena pihak sekolah belum bisa memberikan kesejahteraan pada guru sukwan dan honorer. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=