Kamis , 21 September 2017
Home / Berita Pendidikan / Riset ICRW: 84 Persen Anak Indonesia Alami Kekerasan di Sekolah

Riset ICRW: 84 Persen Anak Indonesia Alami Kekerasan di Sekolah

JAKARTA- Berdasarkan hasil riset yang dilakukan LSM Plan International dan International Center for Research on Women (ICRW), sebanyak 84 persen anak di Indonesia mengalami kekerasan di sekolah. Angka ini jauh lebih tinggi dari tren di kawasan Asia yakni 70 persen.

Survey dilakukan pada Oktober 2013 hingga Maret 2014 dengan melibatkan 9.000 siswa usia 12-17 tahun, guru, kepala sekolah, orang tua, dan perwakilan LSM.

Riset ini juga dilakukan di lima negara Asia: Hanoi (Vietnam), Siem Reap (Kamboja), Distrik Sunsari (Nepal), Distrik Umerkot (Pakistan), Jakarta dan Kabupaten Serang (Indonesia). Menurut survei, Pakistan adalah negara dengan angka kekerasan di sekolah yang paling rendah di kawasan Asia, yaitu 43 persen.

Sebanyak 51 persen siswa di Indonesia mengaku pernah menyaksikan tindakan kekerasan di sekolah. Sementara, angka di Pakistan sangat rendah, yaitu hanya 5 persen.

Sayangnya, hanya 30 persen rerata siswa di Asia yang menjadi saksi kekerasan yang melaporkan aksi kekerasan atau berupaya menghentikannya.

Menurut anak-anak di sekolah Pakistan, pelaku kekerasan dari kalangan guru atau staf non-guru sebanyak, 50 persen. Sementar,a di Indonesia sebesar 33 persen dan 42 persen di Vietnam. Pelaku dari kalangan sesama pelajar, ada sebanyak 33 persen di Vietnam, 58 persen di Kamboja, dan 59 persen anak laki-laki di Indonesia.

Para guru dan orang tua yang disurvei menyebutkan bahwa anak-anak cenderung tidak mau mengadukan kasus kekerasan di sekolah karena khawatir akan menjadi pihak yang disalahkan.

Selain itu, bila pelaku kekerasan adalah guru atau staf non-guru ataupun sesama pelajar, korban kekerasan biasanya memilih untuk diam dan tidak mengadukan persoalannya.

Check Also

Hari kiamat

23 September 2017 Bumi Kiamat, Benarkah?

Edupost.id – Seorang Numerolog Kristen, David Meade, meramalkan akan terjadi kiamat pada 23 September 2017. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *