Kamis , 18 Oktober 2018
Home / Berita Pendidikan / Satu Sekolah TK Habis Terbakar dalam Kebakaran di Tamansari
Satu Sekolah TK Habis Terbakar dalam Kebakaran di Tamansari
Satu Sekolah TK Habis Terbakar dalam Kebakaran di Tamansari

Satu Sekolah TK Habis Terbakar dalam Kebakaran di Tamansari

Edupost.id – Satu sekolah Taman Kanak-kanak dilaporkan habis terbakar karena musibah kebakaran yang telah menghancurkan kurang lebih 2.400 bangunan di 10 RT Kelurahan Krukut Tamansari Jakarta Barat pada Sabtu (27/1) dini hari.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti berharap pemerintah DKI Jakarta bisa membantu mengadakan sekolah darurat untuk jangka pendek. Pemerintah setempat juga diminta untuk membantu pembangunan kembali TK tersebut untuk jangka panjang demi kelangsungan pendidikan anak-anak terdampak.

Selain menghancurkan bangunan sekolah dan rumah warga, kebakaran ini juga mengorbankan 1.327 jiwa. Dari seluruh korban, 335 di antaanya adalah anak-anak.

“Dari 1327 jiwa yang terdampak kebakaran, ada 126 anak berusia balita. Adapun anak korban yang bersekolah diperoleh data sejumlah 209 anak dengan rincian TK sebanyak 5 jiwa, SD sejumlah 116 jiwa, SMP sejumlah 47 jiwa dan SMA sebanyak 41 jiwa,” terang Retno, Rabu (31/1).

Tidak hanya itu, kebakaran ini juga memusnahkan dokumen penting seperti akte lahir anak-anak, ijasah dan rapor anak-anak yang bersekolah, Kartu Keluarga, dan indentitas diri berupa KTP. Untuk itu, KPAI meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta agar mempermudah proses pembuatan dokumen tersebut.

“Pengadaan indentitas lahir bagi anak sangat penting sebagai warga Negara untuk mendapatkan hak-haknya, perlindungan hukum, perlindungan sosial dan lain sebagainya,” kata Retno.

Polres Jakarta Barat menduga ada unsur kesengajaan dalam kebakaran di Taman Sari. Kepolisian sudah menetapkan S sebagai terduga pelaku pembakaran rumahnya sendiri hingga menyambar ke ratusan rumah lainnya. Tindakan S ini ternyata mengakibatkan banyak anak korban kebakaran memendam dendam.

Terkait ini, KPAI meminta Kementerian Sosial untuk menyelenggarakan Psikososial kepada anak-anak korban. Ini penting agar proses integrasi sosial segera dapat terlaksana tanpa menghambat tumbuh kembang anak.

“KPAI juga akan meminta kepada P2TP2A Provinsi DKI Jakarta untuk menyediakan konselor dan mengadakan assessment lanjutan serta kegiatan trauma healing kepada anak-anak korban,” tegas Komisioner KPAI Bidang Sosial dan Anak Dalam Keadaan Darurat, Susianah. (Andi)

Check Also

Mendidik-Siswa-dengan-Kekerasan-Sudah-Tidak-Zaman

Guru Tampar siswa, KPAI: Itu Langgar UU Perlindungan Anak

Edupost.id – Dunia pendidikan kembali dihebohkan setelah video guru SMK Kesatrian Purwokerto, Jawa Tengah menampar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=