Selasa , 23 Mei 2017
Home / Berita Pendidikan / Sekolah Alam vs Sekolah Formal, Ini Kekurangannya
sekolah alam
Sekolah alam ( foto: SA Duri)

Sekolah Alam vs Sekolah Formal, Ini Kekurangannya

Edupost.id, Yogyakarta – Pendidikan di Indonesia tidak hanya berbentuk sekolah formal. Ada juga yang berupa sekolah alam yang merupakan bagian dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Wuryadi, Dewan Pendidikan DIY menilai, meskipun sekolah alam merupakan sebuah alternatif pendidikan, masih ada kekurangannya.

“Sudah menjawab beberapa pertanyaan pokok tapi belum seluruhnya,” ujar Wuryadi, kepada Edupost.id. Ia menjelaskan, belajar dari alam bagus. Hanya saja banyak permasalahan mutakhir yang tidak didapat di sekolah alam. Misalnya mengetahui hal-hal yang terjadi di belahan bumi lainnya seperti penemuan baru yang informasinya bisa didapat dari internet. Anak-anak akan tertinggal jika tidak memanfaatkan media-media tersebut.

Wuryadi melanjutkan, sekolah formal pun juga memiliki kekurangan. Mereka manfaatkan teknologi saja, tapi mengabaikan alam, nilai-nilai kemanusiaan, dan hubungan kepada Tuhan. Akan tetapi keduanya tetap dapat berdiri.

Sekolah formal tetap diadakan, begitu pula sekolah alam, menurut Wuryadi. Akan tetapi sekolah alam perlu merapikan kurikulumnya. Karena walaupun mengenalkan kepada apa saja yang ditemui di alam, akan tetapi perlu standar agar mutunya terjamin. Selain itu, perlu lebih memanfaatkan teknologi yang ada. Sedangkan, sekolah formal perlu melihat kembali ke alam, mengajarkan anak didiknya tentang bersosialisasi di masyarakat, dan juga mengenalkan pada Tuhan.

Sebuah sekolah yang ideal, menurut Wuryadi, hendaknya mengembangkan aspek thinking, sensing, feeling, dan believing. Thinking adalah “pikiran”, sensing “indera”, feeling “perasaan” atau “lingkungan”, dan believing “kepercayaan”. Di Amerika yang berkembang hanya thinking dan sensing. Di Jerman hanya feeling. Sekolah alam maupun sekolah formal akan lebih baik jika menggunakan keempat aspek tersebut sekaligus agar ideal. (Nurfi)

Check Also

UGM Buka Ajang Bisnis Pemuda ASEAN, AYSPP 2017

UGM Buka AYSPP, Ajang Bisnis Pemuda ASEAN

Edupost.id – Kompetisi bertaraf internasional, ASEAN Youth Socialprenuership Program (AYSPP) yang digelar Universitas Gadjah Mada (UGM) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *