Sabtu , 24 Juni 2017
Home / Berita Pendidikan / Seluruh SMP di Bantul Gelar Simulasi UNBK Serentak
siswa memakai komputer dalam pembelajaran
Siswa memakai komputer dalam pembelajaran

Seluruh SMP di Bantul Gelar Simulasi UNBK Serentak

Edupost.id – Semua SMP/sederajat baik negeri maupun swasta di Kabupaten Bantul kembali melaksanakan simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara serentak selama dua hari, 27-28 Februari 2017.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olagraga (Disdikpora) Bantul, Totok Sudarto mengatakan, simulasi UNBK SMP ini sebagai persiapan sekolah dan siswa untuk menghadapi ujian nasional sungguhan yang diselenggarakan pada Mei 2017.

“Simulasi UNBK dilakukan semua siswa SMP/sederajad sebagai persiapan sekolah dan siswa untuk menghadapi UNBK yang sebenarnya,” ujar Totok.

Dikatakan, di Kabupaten Bantul ada 112 SMP/MTs yang akan melaksanakan UNBK tahun ini. Persiapan menuju ujian harus dilakukan sejak awal.

“Itu (simulasi) untuk pengenalan apa aja yang ada di komputer, karena belum semua sekolah mempunyai komputer, jadi siswanya belum begitu kenal. Kemudian juga untuk tes perangkatnya, koneksinya bagaimana dan sebagainya,” katanya.

Simulasi kali ini, menurut Totok adalah simulasi kedua yang dilaksanakan untuk menghadapi UNBK SMP tahun ini. Simulasi pertama telah dilakukan pada November 2016. Namun, saat itu belum semua sekolah mengikuti karena belum semua sekolah siap dengan perangkat dan faktor pendukung UNBK.

Simulasi pertama hanya diikuti empat sekolah, di antaranya SMP 4 Pandak dan SMP 3 Piyungan.Dan secara teknis, simulasi pertama berjalan lancar, server tidak masalah, karena beban server ringan.

Pada simulasi UNBK kedua ini ada ada peningkatan jumlah sekolah peserta yang sangat drastis, karena hanya ada tiga sekolah yang tidak bisa melaksanakan simulasi dari keseluruhan sekolah yang ada.

Ketiga sekolah tersebut terlambat menyetorkan data siswa kepada Disdikpora Bantul. Namun, Totok memastikan ketiga sekolah ini tetap akan bisa melaksanakan UNBK yang sebenarnya pada Mei mendatang.

“Mereka terlambat melapor ke dinas, baru melaporkan data siswa setelah deadline, sehingga tidak bisa diproses karena berhubungan dengan server,” katanya. (Andi)

Check Also

Korban kekerasan seksual anak

Nunggak Bayaran Sekolah, Guru Suruh Siswanya Jual Diri

Edupost.id – Posko Pengaduan UNBK FSGI (Federasi Serikat Guru Indonesia) kembali menerima informasi terkait SMKN 3 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *