Kamis , 30 Maret 2017
Home / Berita Pendidikan / Siswa Madrasah Wajib Ikuti Ujian, Kemenag Harus Sosialisasi
UAMBN 2017
Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN). foto : Madrasah Bojonegoro

Siswa Madrasah Wajib Ikuti Ujian, Kemenag Harus Sosialisasi

Edupost.ID – Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy membuat Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) ternyata menambah berat beban bagi siswa madrasah. Pasalnya, dengan adanya USBN, siswa madrasah harus mengikuti tiga ujian yang berstandar nasional, yakni Ujian Nasional (UN), Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN), dan USBN.

Waka Humas MAN Yogyakarta 1, Hartiningsih menyebut, kebijakan ini cukup memberatkan siswa – siswanya. Dengan waktu persiapan yang tidak lama, siswa kelas XII harus mengikuti tiga ujian.

“UN akan dilaksanakan bulan April, biasanya UAMBN dilaksanakan sebelum UN. Kelihatannya USBN juga dilaksanakan sebelum UN, sebelum bulan April. Artinya waktu persiapannya sangat singkat,” ujar Aning.

Untuk itu, pihaknya mengaku akan bergerak cepat mempersiapkan siswa – siswanya mengikuti hajatan besar ini. Untuk materi USBN adalah mapel yang tidak diujikan dalam UN. Pihaknya masih menunggu arahan dari Kemenag terkait tim pembuat soal USBN.

Kemendikbud menghendaki soal dibuat oleh guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Guru madrasah, selain bergabung dalam MGMP Kemendikbud juga MGMP Kemenag. Perlu ada kejelasan soal ini, menurut Aning.

Selain itu, terkait mapel PAI yang diujikan dalam USBN juga masih menjadi kebimbangan. Di madrasah tidak ada mapel PAI seperti di sekolah umum. Mapel keislaman di madrasah terdiri dari Aqidah Akhlaq, Sejarah Kebudayaan Islam, Fiqih, Quran Hadits, dan Bahasa Arab. “Materi-materi ini kan akan diujikan dalam UAMBN,” kata Aning.

Untuik itu, Kemenag perlu memberikan arahan terkait sistem ujian yang baru ini agar tidak menimbulkan kebingungan di madrasah. (Andi

Check Also

siswa memakai komputer dalam pembelajaran

41 SMP di Sleman Siap UNBK Mandiri, Sekolah Lain Menumpang

Edupost.id – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Arif Haryono menyebut, sebanyak 41 SMP di Sleman …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *