Sabtu , 25 November 2017
Home / Berita Pendidikan / Siswa SMP Balikpapan Berkelahi, Teman-temannya hanya Tertawa
kekerasan dalam pendidikan
Stop kekerasan dalam pendidikan

Siswa SMP Balikpapan Berkelahi, Teman-temannya hanya Tertawa

Edupost.id – Aksi kekerasan kembali dipertontonkan oleh anak- anak berstatus pelajar. Kali ini, sebuah kejadian miris terjadi di sebuah SMP Kota Balikpapan. Dua siswa diadu di dalam kelas dengan disaksikan teman-temannya, terlihat dalam sebuah video yang diunggah oleh akun facebook Leifia Mahamit, pada Rabu (01/11).

“Pembullyan di Kotaku tercinta Balikpapan. Aksi kekerasan beberapa remaja dalam ruang kelas dan remaja-remaja tersebut masih mengenakan seragam,” tulis Leifia pada unggahannya.

Dalam video berdurasi 2 menit 14 detik itu jelas terlihat, seorang siswa yang satu memukul dan menginjak-injak temannya tanpa kasihan. Mirisnya, teman-teman yang lainnya hanya membiarkan aksi kekerasan itu. Bahkan, salah satu siswa yang diadu malah ditertawakan ketika terjatuh. Mereka seolah senang dan terhibur dengan kejadian dalam video. Sayang untuk dilewatkan, siswa lainnya justru merekam perkelahian ini.

Dalam video tersebut terlihat korban dihimpit lehernya oleh pelaku bully saat di lantai. Kemudian pelaku sempat menginjak perut korban. Korban lantas memegangi kerah baju pelaku. Mirisnya teman-teman lainnya malah mengompori kejadian tersebut agar keduanya berkelahi.

Usai mengunggah video itu, Leifia mengaku mendapat banyak permintaan untuk menghapus video itu. Banyak pihak yang merasa berkeberatan dengan beredarnya video itu, umumnya mereka memiliki keterkaitan langsung dengan sekolah tempat kejadian berlangsung.

“Ketika Bullying menjadi topik. Ketika saya memasang video bullying yang dilakukan anak sekolah dan dalam dilingkungan sekolah. Di situ saya merasa sedih karena banyak yang menghubungi saya melalui messenger ataupun telephone karena mereka keberatan dan meminta untuk dihapus dari wall saya akan postingan tersebut, baik karena anaknya yang sekolah di situ, ponakannya yang sekolah di situ, ataupun karena mereka mengajar di situ,” tulisnya dalam status facebooknya Kamis (2/11).

“Anak yang mem-bully temannya merasa perbuatannya itu tidak salah dan merasa temannya yang salah dan layak untuk di-bully. Ini bukan persoalan sepele karena sudah bertemu antara orang tua korban dan pembully. Tapi apakah dampak dari perkembangan anak karena di bully,” tulisnya lagi. (Andi)

Check Also

Mendidik-Siswa-dengan-Kekerasan-Sudah-Tidak-Zaman

Tak Dipanggil “Pak”, Guru di Pangkalpinang Pukul Siswanya

Edupost.id – Seorang guru salah satu SMP di Kota Pangkalpinang Bangka Belitung bernama Main menganiaya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *