Rabu , 29 Maret 2017
Home / Berita Pendidikan / SMKI dan SMM Tak Masalah Sumbangan Maksimal 3,5 juta
SMKI-dan-SMM-Tak-Masalah-Sumbangan-Maksimal-3,5juta
Ilustrasi: SMKN 2 Depok

SMKI dan SMM Tak Masalah Sumbangan Maksimal 3,5 juta

Edupost.id – Dewan Pendidikan Kabupaten Bantul mengusulkan adanya pembatasan permintaan sumbangan kepada wali siswa yang dilakukan oleh SMA dan SMK negeri di daerah ini. Wandik meminta SMA Negeri hanya minta sumbangan pendidikan maksimal dua juta, sementara untuk SMK Negeri maksimal Rp 3,5 juta. Sejumlah sekolah di Bantul memberikan tanggapan.

Kepala SMKN 1 Kasihan Bantul, Drs. Sunardi mengaku tidak mempermasalahkan hal ini. Menurutnya, pihaknya justru sudah meminta dewan sekolah untuk mematok besaran sumbangan di bawah angka Rp. 3,5 juta. “Saya justru minta kepada dewan sekolah kalau bisa agar (besarnya sumbangan) jangan sampai satu juta,” tegas Nardi.

Nardi menambahkan, pihaknya tak ingin membebani wali siswa dengan menarik sumbangan yang besar. Menurutnya, kisaran angka satu juta sudah cukup realistis. Angka ini menurutnya sudah dapat untuk membeli perlengkapan siswa di sekolah yang dikenal dengan Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) Yogyakarta ini.

Tahun ini, lanjut Nardi, pihaknya memiliki kebutuhan untuk membeli komputer untuk melaksanakan UNBK dan membangun ruang baru. Jika dikalkulasi, setiap siswa hanya dibebani sumbangan di bawah satu juta.

Pendapat senada disampaikan oleh kepala SMKN 2 Kasihan Bantul, Samsuri Nugroho. Menurutnya, besaran uang itu berbanding terbalik dengan kualitas pendidikan. “Kalau uangnya banyak kan impian yang tinggi bisa tercapai, kita bisa membeli ini membeli itu,” ungkapnya.

Di sekolah yang dikenal dengan Sekolah Menengah Musik (SMM) ini, Samsuri memilih untuk tidak memberatkan wali siswa dengan meminta sumbangan besar. Pihaknya menjamin, besaran sumbangan di sekolah ini jauh di bawah angka Rp. 3,5 juta.

“Kalau lebih dari itu mungkin kita bisa beli lighting yang bagus, tapi kalau di bawah itu juga sudah cukup,” imbuhnya.

Sebelumnya, beberapa orang tua siswa SMA Negeri di Bantul mengatakan dimintai sumbangan tujuh juta. Ini tentunya sangat memberatkan. Dewan Pendidikan Kabupaten Bantul mengusulkan adanya pembatasan permintaan sumbangan kepada wali siswa yang dilakukan oleh SMA dan SMK negeri di daerah ini. (Andi)

Check Also

Mobil-Formula-Hybrid-Karya-Siswa-SMK-Resmi-Diluncurkan

Mobil Formula Hybrid Karya Siswa SMK Resmi Diluncurkan

Edupost.id – Mobil formula hybrid karya siswa SMK Muhammadiyah 1 Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta resmi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *