Senin , 23 Juli 2018
Home / Berita Pendidikan / SMPN 3 Jonggat, Lombok Tengah Rubuh, Begini Kondisinya
SMPN 3 Jonggat, Lombok Tengah Rubuh, Begini Kondisinya
SMPN 3 Jonggat, Lombok Tengah Rubuh

SMPN 3 Jonggat, Lombok Tengah Rubuh, Begini Kondisinya

Edupost.id – Bangunan SMPN 3 Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) rubuh pada 31 Desember 2017 pukul 01.00 WITA. Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti pada Minggu, (7/1) telah melihat langsung bangunan sekolah yang roboh.

Secara umum, Retno menyimpulkan bahwa gedung SMPN 3 Jonggat sudah masuk kategori rusak berat, sehingga membahayakan siswa, guru maupun karyawan. Sarana dan prasarana yang ada tidak memenuhi standar minimal dari Standar Nasional Pendidikan (SNP), padahal sekolah ini memiliki 328 siswa dan 40 guru/karyawan.

“Mayoritas kursi dan meja siswa di kelas dalam keadaan rusak dan berpotensi membahayakan anak-anak yang menggunakannya, karena rata-rata sandaran kursi sudah tidak ada dan tersisa dua kayu lancip yang bisa membahayakan anak-anak. Selain itu, meja juga sudah tidak rata dan beberapa kaki meja sudah oleng.

Selain itu, menurut pantauan Retno, ada lima toilet siswa untuk lebih dari 300 siswa seluruhnya nyaris tak layak dipergunakan. Selain rusak berat, juga kotor dan sangat jorok, sehingga para siswa mengaku memilih menahan buang air, atau cari lokasi di luar sekolah untuk buang besar maupun kecil.

Seluruh ruang kelas juga tampak berbau karena lembab. Hampir semua enternitnya berlubang dan lapuk karena air, sehingga menyebabkan kebocoran di 15 ruang kelas. Sekolah ini tidak memiliki ruang laboratorium IPA, ruang kepala sekolah dan ruang Tata Usaha yang permanen.

“Ada gedung di posisi paling depan dekat pintu gerbang sekolah, menurut info adalah gedung yang baru dibangun tahun 2015, namun kondisinya sudah sangat memprihatinkan, selain bocor parah, bagian atas bangunan juga nampak melekung,” imbuhnya.

Terkait parahnya kerusakan sekolah ini, KPAI akan bersurat kepada Bupati Lombok Tengah untuk memprioritaskan rehab total gedung SMPN 3 Jonggat. KPAI juga akan mendorong Dinas Pendidikan setempat untuk memindahkan para siswa belajar di tempat lain yang lebih aman sambil menunggu rehab total gedung sekolah.

“KPAI mendorong Dinas Pendidikan Lombok Tengah melakukan penyegaran tenaga pendidik di sekolah tersebut melalui mutasi kepegawaian bagi yang berstatus PNS,” imbuhnya.

Meskipun tanggungjawab SD dan SMP berada di pemerintah daerah, KPAI juga akan bersurat kepada Mendikbud c.q Dirjen Pendidikan Dasar untuk memantau ke lokasi langsung. KPAI berharap, Mendikbud dapat melindungi dan menyelamatan para siswa dan guru.

“Juga untuk mengevaluasi proses pembelajaran Kurikulum 2013 di sekolah tersebut yang nampaknya sulit diimplementasikan karena kondisi gedung dan sarana prasarana yang jauh memenuhi standar minimal Standar Nasional Pendidikan. (Andi)

Check Also

SMPN 3 Jonggat, Lombok Tengah Rubuh, Begini Kondisinya

SMPN 3 Jonggat Rubuh, Pemkab Salahkan Kemdikbud

Edupost.id – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti melakukan pengawasan ke …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=