Minggu , 22 Juli 2018
Home / Berita Pendidikan / SMPN 3 Jonggat Rubuh, Pemkab Salahkan Kemdikbud
SMPN 3 Jonggat, Lombok Tengah Rubuh, Begini Kondisinya
SMPN 3 Jonggat, Lombok Tengah Rubuh

SMPN 3 Jonggat Rubuh, Pemkab Salahkan Kemdikbud

Edupost.id – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti melakukan pengawasan ke SMPN 3 Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu, 7 Januari 2018. Pengawasan ini terkait rubuhnya beberapa ruang di sekolah ini.

Ruangan ketrampilan SMPN 3 Jonggat yang digunakan untuk ruang pembelajaran komputer rubuh pada 31 Desember 2017 pukul 01.00 WITA. Nampak di ruang yang rubuh, puluhan monitor komputer turut rusak.

“Sebenarnya saya sedang liburan bersama keluarga di Lombok, kebetulan membaca koran lokal yang memberitakan bahwa SMPN 3 Jonggat, Lombok tengah rubuh. Akhirnya peninjauan langsung ke lokasi didampingi para guru dari Serikat Guru Indonesia (SGI) Mataram. Ini dadakan tanpa saya rencanakan, hanya tergerak hati memikirkan keselamatan anak-anak SMPN 3 Jonggat,” ujar Retno dalam keterangan tertulisnya Senin (8/1).

Pada pengawasan ini, Retno didampingi oleh Subianto, Wakil Kepala SMPN 3 Jongga untuk memasuki seluruh ruangan yang berpotensi rubuh. Dari 15 ruang kelas, 7 kelas berpotensi rubuh dan membahayakan keselamatan anak-anak, mengingat seluruh ruangan itu sampai sekarang masih dipergunakan untuk proses pembelajaran.

Secara umum, KPAI menyimpulkan bahwa gedung SMPN 3 Jonggat sudah masuk kategori rusak berat, sehingga membahayakan siswa, guru maupun karyawan. Sarana dan prasarana yang ada tidak memenuhi standar minimal dari Standar Nasional Pendidikan (SNP), padahal sekolah ini memiliki 328 siswa dan 40 guru/karyawan.

“Jika kita memandang sekilas dari lapangan sekolah, sepintas gedung SMPN 3 Jonggat masih baik, namun jika kita memasuki satu persatu ruangannya, barulah kita mengetahui kondisi sekolah yang sangat memprihatinkan, sangat tidak layak dipergunakan untuk proses belajar mengajar,” kata Retno.

Kepada KPAI, pihak sekolah mengaku sudah lima kali mengirim proposal pengajuan pembangunan atau rehab total SMPN 3 Jonggat. Namun, permohonan ini tak kunjung disetujui pemerintah kabupaten. Dari hasil penelusuran KPAI, rehab total menunggu jawaban pengajuan dari Kemndikbud RI, padahal SD dan SMP berada di bawah tanggungjawab pemerintah daerah.

“Seharusnya Pemda bisa berinisiatif dengan APBD bukan hanya menunggu bantuan dari Kemdikbud RI, seolah melempar tanggungjawab kepada pihak Kemdikbud RI, nanti kalau rubuh dan memakan korban jiwa anak-anak, maka tanggungjawabnya bisa dilempar ke pemerintah pusat juga,” ujar Retno. (Andi)

Check Also

SMPN 3 Jonggat, Lombok Tengah Rubuh, Begini Kondisinya

SMPN 3 Jonggat, Lombok Tengah Rubuh, Begini Kondisinya

Edupost.id – Bangunan SMPN 3 Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) rubuh pada 31 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=