Sabtu , 24 Juni 2017
Home / Berita Pendidikan / Soal dan Kunci Jawaban USBN Bocor, FSGI : Bimbel Diduga Kuat
Ujian Nasional Sekolah Dasar. foto : ANT

Soal dan Kunci Jawaban USBN Bocor, FSGI : Bimbel Diduga Kuat

Edupost.id – Berdasarkan sejumlah laporan yang diterima oleh FSGI (Federasi Serikat Guru Indonesia) sejak terhitung 20 Maret 2017, diduga kuat telah terjadi kebocoran soal dan kunci jawaban USBN di sejumlah daerah. Dalam laporan terungkap bahwa para siswa memperoleh bocoran dengan membeli dari Bimbingan Belajar (Bimbel) yang berinisial Q dan IS. Adapun kisaran harga adalah Rp 10 jutaan untuk 6 paket kunci jawaban, esai maupun pilihan ganda.  Umumnya para siswa berkelompok, sehingga bisa patungan antara Rp 100 ribu – Rp 150 ribu per orang. Kelompok maksimal yang bisa ditoleransi adalah 70 orang per kelompok.

Modus pembocoran sama polanya dengan pembocoran kunci jawaban UN selama ini, yaitu kunci jawaban dikirim melalui aplikasi whatsApp dan line. “Bedanya, kalau UN baru dikirim beberapa jam menjelang soal diuji, tetapi USBN siswa sudah memperolehnya satu hari sebelumnya, tidak hanya jawaban pilihan ganda, tetapi juga jawaban esai lengkap dengan qlue soal sesuai paket yang diterima siswa bersangkutan.  USBN menyediakan 4 paket soal, yaitu 2 paket soal utama dan 2 paket soal susulan,”ujar Retno Listyarti, Sekjen FSGI.

Menyikapi pernyataan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang berencana mempersiapkan aturan untuk menghukum guru dan sekolah jika terbukti membocorkan soal USBN, maka FSGI merasa perlu menyampaikan hasil  temuan (berdasarkan laporan yang diterima FSGI)  bahwa pelaku pembocoran soal bukanlah guru, tapi di duga kuat adalah Bimbingan Belajar (Bimbel).  

“Apakah pemerintah juga sudah menyiapkan hukuman untuk Bimbel dan pihak lain yang  bukan guru dan sekolah sebagai pembocor USBN? Sementara pembocor soal UN SMA jurusan IPA di google drive pada tahun 2015 saja tidak jelas penyelesaiannya hingga hari ini”, ujar Heru Purnomo, Presidium  FSGI wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Meski tidak membuka posko pengaduan USBN, namun FSGI malah menerima laporan dari sejumlah daerah terkait kebocoran soal USBN dari sejumlah daerah, yaitu Pekan Baru (Kepri) Kota Medan (Sumut), Indramayu (Jawa Barat), Kudus dan Pati (Jateng),  Jakarta Selatan,  Jakarta Utara dan Jakarta Barat (DKI Jakarta), serta Nusa Tenggara Barat (NTB).  Ada juga laporan tentang pelaksanaan USBN yang tanpa kebocoran seperti di Tasikmalaya, Bogor, Garut Jambi, dan Bengkulu.

FSGI juga menerima laporan tentang dana BOS yang belum cairnya dana BOS di sejumlah SMA/SMK setelah era perpindahan menjadi di bawah pemerintah provisi, sehingga kepala sekolah terpaksa harus mencari dana talangan (HUTANG)  untuk penyelenggaran ujian praktek, US, USBN dan UN. Dirasakan lebih berat lagi karena pelaksanaan UNBK mengakibatkan sekolah berjuang berat untuk memenuhi peralatan dan perlengkapan computer untuk ujian.

Check Also

UAMBN-MA

USBN, Siswa Madrasah Kerjakan Soal PAI Seperti Sekolah Umum

Edupost.ID – Siswa madrasah akan mengerjakan soal yang sama dengan siswa sekolah umum pada Ujian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *